Home >Documents >PEMBELAJARAN MELALUI OBSERVASI UNTUK ...

PEMBELAJARAN MELALUI OBSERVASI UNTUK ...

Date post:18-Jan-2017
Category:
View:222 times
Download:4 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • Pembe/ajaran me/a/ui Observasi un/uk Mengembangkan Ke/erampi/an Fisikdan Tanggapan Psik%gis da/am O/ahraga

    PEMBELAJARAN MELALUI OBSERVASI UNTUKMENGEMBANGKAN KETERAMPILAN FISIK DAN

    TANGGAPAN PSIKOLOGIS DALAM OLAHRAGA

    Oleh: SuharjanaFIK Universitas Negeri Yogyakarta

    Abstract

    Observational learning is one of the activating methods tochange ideas, emotions, and actions in various sports. Lately,observational learning for the sake of the appeal of a psychologicalmethod in sports has been ignored by teachers of physical educationand coaches. This article is hopefully to help convince researchersand practitioners not to forget observational learning as an effectivemethod for the development of skills and psychological responses insports. For that purpose, the article will discuss respectively casestudies in sport activities, the theoretical approach to observationallearning, motor skills and psychological responses, developmentalissues, and possible interventions for Makaila, Harrison, and Feliciaas individuals who have problems in sports.

    Modeling interventions are highly effective as methods ofdeveloping skills and psychological responses in physical activities.Theories, researches, and applications have given teachers ofphysical education and coaches convincing reasons for the reuse ofobservational learning as a learning method that could developphysical skills and psychological responses in sports. Modelstudying, self-observation techniques, peer models, and imitativemodels are part of the intervention types available that could be usedon children and adults in sport practices, sport competitions, andrehabilitative situations.

    Key words: observational learning, peer models, demonstration

    121

  • --

    Cakrawala Pendidikan, Februari 2007, Th. XXVI, No.1

    Pendahuluan

    Ada dua tamu istimewa hinggap di Tribun Stadion OlimpicoItalia ketika berlangsupg duel sengit Lazio versusIntermilan. Mereka adalah bos Chelsea, Inggris, RomanAmbramovich dan Jose Mourinho, pelatih klub berjuluk The Blues.Rumor yang beredar kehadiran Roman Ambramovich dan JoseMourinho khusus untuk memantau permainan Adriano, bomberIntermilan yang tengah diincar Chelsea untuk musim kompetisitahun depan. Rumor tersebut ditepis oleh Mourinho. Mourinhomenjelaskan kedatangannya adalah untuk antisipasi calon lawanyang akan dihadapi pada perempat final Liga Champions nanti.Selain itu, kedatangannya juga untuk melihat aksi Juan Veron danCrespo sebagai pemain Chelsea yang dipinjamkan ke Intermilanmusim ini (Jawa Pos, 14 Maret 2005). Kegiatan seorang pelatihyang sedang melihat aksi calon lawan (mengintip lawan) sepertiyang dilakukan Mourinho ini penting dilakukan untuk menerapkanstrategi pertandingan. Hal ini akan lebih bagus jika dilengkapidengan rekaman video untuk kilas balik. Patut disayangkan metodeini tidak banyak dilakukan oleh' para pelatih, kalau ada biasanyadilakukap.ketika pertandingan memasuki babak-babak kritis.

    Dari penuturan tersebut, terlepas mana yang benar yang jelasmereka tengah melakukan sebuah observasi dalam sebuahpertandingan sepakbola International. Apa yang diobservasi,mungkin keterampilan Adriano yang sedang menanjak prestasinya,tapi boleh juga melakukan pengamatan terhadap Intermilan sebagaicalon lawan. Dengan mengamati permainan Intermilan, pelatihChelsea Mourinho bisa melihat kelebihan dan kekurangan lawan,sehingga ia bisa memberi instruksi terbaik bagi para pemainnyauntuk memenangkan pertandingan jika Chelsea bertemu Intermilandi perempat final Liga Champion Eropa 2005.

    Tulisan ini akan mengkaji kemungkinan-kemungkinan yang adapada pembelajaran observasi (observational learning) dalamkonteks olahraga. Pembelajaran observasi merupakan salah satumetode yang aktif untuk mengub~h gagasan-gagasan, emosi-emosi,

    122

  • Pembe/ajaran me/a/ui Observasi untuk Mengembangkan Keterampi/an Fisikdan Tanggapan Psik%gis da/am O/ahraga

    dan tindakan dalam beragam olahraga. Akhir-akhir ini pembelajaranobservasiuntuk kepentingandaya tarik metode-metodepsikologisdalam olahraga, telah diabaikan oleh para guru pendidikan jasmani,maupun pelatih olahraga. Tulisan ini berharap untuk membantumeyakinkan para peneliti dan praktisi agar tidak melupakan pem-belajaran observasi sebagai metode yang efektif untuk pengem-bangan keterampilan dan tanggapan psikologis dalam olahraga.Untuk itu akan dibahas berturut-turut dalam tulisan ini: studi kasusdalam aktivitas olahraga, pendekatan teoretis pada pembelajaranobservasi, keterampilan motorik dan tanggapan secara psikologis,isu-isu yang bersifat pengembangan, dan kemungkinan-kemungkinan intervensi untuk Makaila, Harrison dan Felicia sebagaiorang-orang yang mengalami masalah dalam olahraga.

    Studi Kasus dalam Aktivitas Olahraga

    Dalam studi kasus ini akan dicermati adanya tiga kasus yangterjadi dalam olahraga, yang masing-masing disebabkan olehmasalah yang berbeda. Studi kasus ini diambil dari buku Exploringand exercise psychology (Raalte, 2002:131). Ada tiga kasus yangdikaji, yaitu kasus Makaila, Harrison, dan Felicia.

    Kasus Pertama

    Makaila adalah seorang pemanah yang berpengalaman dansedang bekerjasama dengan pelatih yang sama yang melatih empattahun yang lalu. Pelatih tampaknya tahu kemampuannya danmemperbaiki psikologis secara bebas dengan baik, tapi keduanyabelakangan telah mengungkapkan perhatiannya terhadap pasanganitu. Makaila tampaknya terpukul, dan penampilannya menurun. Diatelah mengekspresikan perhatiannya terhadap perlombaan melawanpemanah khusus yang akan dipaksa berhadapan dalam tumamen duabulan lagi. Pelatih mendekati konsultan psikologi olahraga yang

    123

    --

  • Cakrawala Pendidikan. Februari 2007, Th. XXVI. No.1

    telah bekerja dengan tim ten tang intervensi-intervensi potensialuntuk membantu Makaila dalam dilemanya.

    Kasus Kedua

    Harrison ketika berumur sepuluh tahun suka berenang danaktivitas air lainnya. Dia seorang perenang yang baik dalamberbagai gaya renang dan merasa yakin di antara teman sebayanya.Dia menyenangi perasaan dalam air pada hari-hari musim panas, danbermain pada kolam lokal dengan aktivitasnya, dia berbagi rasadengan kawan-kawannya. Kesemuanya berubah pada satu hari.Selama pelajaran berenang di pagi hari seorang anak laki-Iaki darikelompok lain membagi permainan dengan Harrison. Anak itumeraih Harrison dari belakang, menyerobotnya, dan mendorongkepala dalam air. Tidak diketahui apa yang terjadi kepadanya,Harrison mulai panik. Dia memukul-mukul di bawah air dan diadicekam oleh kegelisahan yang sangat menyedihkan. Meskipuninstruktur menyelamatkan Harrison dalam waktu yang mencukupi,peristiwa itu begitu traumatik, dia naik tangga kolam renang,memungut handuk, dan pulang. Dia belum ke kolam renang lagisejak saat itu, sejak tiga tahun yang lalu.

    Kasus Ketiga

    Felicia diterima oleh klub bola basket kampus yang terkenal. Diadapat menyelesaikan tes keterampilan melawan pemain yang sangatkompetitif. Pada awalnya Felicia sukses dengan baik. Dia bekerjadengan baik dari bangku cadangan ke-5 sampai menjadi kontribusikunci dalam beberapa kemenangan permainan akhir, sehingga dapatmembawa tim menuju tumamen NCAA. Dalam suatu masa latihandi kampusnya, ketika Felicia melakukan tembakan, dia mendaratdengan tidak baik, sehingga merasakan nyeri pada tungkainya.Setelah ditolong di luar lapangan, dia mendengar bahwa dia telahrobek pada persendiannya. Selanjutnya, dilakukan operasi

    124

  • Pembe/ajaran me/a/ui Observasi un/uk Mengembangkan Keterampi/an Fisikdan Tanggapan Psik%gis da/am O/ahraga

    pembedahan di rumah sakit, dan Felicia hams menjalani rehabilitasifisik di bawah pengawasan dokter dan pelatih. Meskipun diadinyatakan sembuh dari cidera tersebut, tetapi dia dengan beratabsen dari bagian tim, dan tidak mau lagi datang ke lapangan,meskipun hanya sekedar untuk membuang rasa pesimis yangdialaminya.

    Pendekatan Teoretis pada Pembelajaran Observasi

    Menurut Bandura (Nur, 1998:4) ada empat elemen penting perludiperhatikan dalam pembelajaran melalui observasi, yaitu atensi,retensi, produksi (hasil), dan motivasi.

    Atensi

    Seorang hams menamh perhatian atau atensi agar supaya dapatbelajar melalui pengamatan. Sesebrang biasanya menaruh perhatiankepada orang yang menarik, popular, kompeten, atau dikagumi.Dalam pengajaran, guru hams menjamin agar siswa memberikanatensi kepada bagian-bagian penting dari pelajaran denganmelakukan presentasi yang jelas dan menggarisbawahi poin-poinpenting. Dalam hal mendemonstrasikan suatu keterampilan yangkomplek, guru dapat meminta siswa untuk memperhatikan daribeberapasudutpandang. .

    Pemberian perhatian, bagaimanapun tidak menjamin hasil akuratpada tingkah laku yang ditampilkan; seorang harus ingat apa yangdidemonstrasikan. Aktivitas yang diamati dapat dikuasai secaravisual atau verbal. Para pelatih sering menggunakan kedua jenistanda-tanda latihan. Misalnya, instruktur tenis mengatakan: 'tarikraket ke belakang' untuk menguasai kode gerakan verbal atau'pikirkan tentang bola yang dilempar ke atas' untuk menguasaikode imajinasi. .

    Atensi yang selektif dan kemampuan mengingat gambaran-gambaran tugas yang penting tidak cukup untuk contoh (model) ke-

    125

    -- ---

  • Cakrawala Pendidikan, Februari 2007, Th. XXVI, NO.1

    berhasilan yang terjadi. Para pengamat harus menterjemahkan repre-sentasi kognitif mereka pada tindakan-tindakan yang didemon-strasikan untuk penampilan motorik model. Akhimya, tanpamotivasi suatu atensi, retensi, dan produksi akan selalu menjadiperdebatan.

    Retensi

    Agar dapat meniru perilaku suatu model, seorang siswa harusmengingat perilaku itu. Mengingat itu termasuk menggambarkantindakan-tindakan model itu di dalam berbagai cara, boleh jadisebagai langkah-langkah verbal, atau sebagai gambaran-gambaranvisual atau ke dua-duanya. Retensi dapat diperbaiki dengan peng-ulangan secara mental, yaitu membayangkan meniru perilaku ituatau dengan latihan sebenamya. Pada fase retensi dari pembelajaranmelalui pengamatan ini, latihan membantu siswa mengingat elemen-elemen perilaku yang dikehendaki, sebagai missal urutan langkah-langkah suatu pekerjaan.

    Produksi

    Sekali siswa mengetahui bagaimana seharusnya suatu perilakudilakukan dan ingat elemen-elemen atau langkah-langkahnya, tidakberarti siswa itu secara otomatis dapat melakukan dengan lancar.Kadang-kadang siswa memerlukan banyak latihan, umpan balik,latihan khusus untuk langkah-Iangkah yang sulit sebelum siswa itudapat memproduksi perilaku model tersebut. Pada fase reproduksiini, latihan yang berulang-ulang membuat perilaku itu dapatditirukan secara lebih lancar dan lebih mahir.

    Motivasi

    Siswa dapat memperoleh suatu keterampilan melaluipengamatan, namun siswa itu mungkin tidak melaksanakan keteram-

    126

  • Pembelajaran melalui Observasi untuk Mengembangkan Keterampilan Fisikdan Tanggapan Psikologis dalam Olahraga

    pilan itu sampai ada motivasi untuk melaksanakannya. Untuk mem-bangun motivasi melalui pembelajaran pengamatan ini dapat dilaku-kan melalui bentuk pengamatan. Ada tiga bentuk penguatan yangdapat mendorong pembelajaran melalui pengamatan (Bandura,1986). Pertama adalah mendapat penguatan langsung, misalnyaseorang sedang berlatih tenis, dapat melakukan pukulan backhanddengan benar pelatih memuji dengan berteriak "bagus sekali".Kedua, penguatan dapat berwujud vicarious reinforcement. Siswadapat hanya dengan melihat orang lain memperole~ penguatan untuksuatu keterampilan tertentu dan kemudian siswa dapat meniru ke-terampilan itu. Dalam hal ini dicontohkan, pada iklan TV ditayang-kan bagaimana orang tampak senang dan mudah mengendari motor,dan pada penonton diharapkan melakukan juga. Penguatan yangketiga adalah pengendalian yang datang dari dalam diri sendiri (se?freinforcement). Guru biasanya ~enginginkan siswa berkembangbukan karena didorong motivasi dari luar, melainkan dari dirisendiri.

    Sulit untuk membahas pendekatan secara teori pembelajaranobservasi tanpa mengacu pada teori self-efficacy. Self-efficacy(keyakinan diri) didetinisikan sebagai suatu pendirian individubahwa dia dapat berhasil melaksanakan tindakan-tindakan yangdiperlukan untuk memperoleh hasil yang diharapkan (Raatlte,2002:133). Menurut Weinberg (1995:247), self-efficacy adalah ke-yakinan individu untuk menjalankan tugasnya dengan baik. Self-efficacy merupakan dasar untuk beraksi, yang berpengaruh padapilihan individu terhadap aktivitas, usaha dan ketekunan dalamsituasi yang ingin dicapai. Self-efficacy diperoleh dari 4 sumberutama informasi: pengalaman penguasaan, pengalaman yang dialamisendiri, ajakan verbal, dan pengaruh atau kedudukan psikologis.Keempat sumber tersebut berhubungan secara langsung dengansuatu model. Scully dan Newell. (Boschker & Bakker, 2005) ber-pendapat bahwa kajian-kajian pada pembelajaran observasi akanberpusat pada informasi apa yang diambil selama persepsi biologis,dari pada bagaimana sesuatu dirasakan atau diproses secara kognitif.

    127

  • r

    Cakrawala Pendidikan, Februari 2007, Th. XXVI, No. I

    Pengalaman penguasaan antara lain menyaksikan penampilandiri yang berhasil pada video atau pada kaca seperti penari baletyang dilakukan sendiri atau menerima petunjuk asisten untukmemerankan kembali keterampilan yang dicontohkan. Pengalamanyang dialami sendiri mencakup menyaksikan keterampilan atautindakan yang dilakukan orang lain. Ajakan verbal atau kedudukanpsikologis juga harus dirangkai dalam suatu model dalam bentukmodel kognitif, contoh pembicaraan pribadi, dan contoh-contohyang bersifat emosi. Proses-proses sentral pada pembelajaranobservasi ditunjukkan pada gambar 1 berikut ini.

    Demonstration

    CognitiveProcesses

    PhysicalSkills

    PsychologicalResponses

    Gambar 1. Proses Pembelajaran Observasi (Raalte, 2002:134)

    Keterampilan Fisik yang Dimodifikasi dan Tanggapan SecaraPsikologis

    Beberapa variabel penting ketika membahas pembelajaran secaraobservasi (observation learning) seperti metode untuk memodifikasi

    128

  • Pembe/ajaran me/a/ui Observasi untuk Mengembangkan Keterampi/an Fisikdan Tanggapan Psik%gis da/am O/ahraga

    keterampilan-keterampilan motorik (misalnya, penampilan) dantanggapan-tanggapan seeara psikologis (misalnya, self efficacy),meneakup: 1) model type Genis model); 2) self observation(observasi diri); dan 3) imagery. Dua variabel pertama mewakilikarakteristik model (yaitu orang yang mendemonstrasikan tindakan),imagery mewakili informasi yang'bisa menambah isi demonstrasi itusendiri.

    Jenis Model

    Tingkat keterampilan model merupakan salah satu faktor ter-penting untuk mempertimbangkan kapan intervensi-intervensi modeldiraneang. Ketika menentukan seorang untuk mendemonstrasikanfisik, keeenderungan awal adalah memilih model yang dapatmelaksanakan tindakan tanpa eaeat (misalnya model yang tepat).Bagaimanapun, suatu model altematif adalah membeberkan parapengamat pada suatu model yang sedang meneoba belajarketerampilan dan belum meneapai penampilan yang didemonstrasi-kan (misalnya model yang sedang belajar). Me Cullagh dan Caird(1990:107) membandingkan jenis-jenis model ini dengan mahasiswakampus yang meneoba memp~lajari keterampilan berdasarkanwaktu di laborat dan menemukan bahwa model yang sedang belajarlebih efektif daripada menyaksikan seseorang menjalankan keteram-piIan tanpa kesalahan, tetapi hanya jika para pengamat mengetahuirahasia kilas balik yang diberikan pada model. Herbet dan Landin(Van Raalte, 2002:135) memperluas kajian ini pada keahlian olah-raga seeara kompleks (missal, pukulan tennis forehand). Para peser-ta menerima kilas balik tentang penampilan diri mereka, menyaksi-kan model yang sedang belajar dan mendengarkan kilas balikinstruktur pada model, menerima kombinasi tentang pereobaan-per-eobaan keduanya, atau tidak menerima demonstrasi-demonstrasiatau kilas balik. Kombinasi tentang pereobaan-pereobaan ini me-nuntun penampilan terbaik, mengingat para peserta model yangsedang belajar menghasilkan penampilan yang serupa yang dieapai

    129

    - - -- -

  • Cakrawala Pendidikan, Febroari 2007, Th. XXVI, No.!

    oleh kilas balik yang diterima tentang keterampilan diri yang ditam-pilkan. Menurut Pate (1984:74) penampilan keterampilan olahragayang meningkat muncul sebagai hasil dua sumber umpan balik yangpenting. Umpan balik bisa datang dari olahragawan sendiri secarainternal atau pun dari sumber eksternal seperti pelatih atau ternantim. Ada kecenderungan bagi kebanyakan olahragawan untuksemata-mata mengandalkan hasil pelaksanaan keterampilannya.lnformasi eksternal dapat menjadi sumber informasi yang akurat danberguna. Seringkali olahragawan terlalu berorientasi pada hasil, sulitbagi mereka untuk memusatkan perhatian pada pola keterampilan.Pelatih hams membantu olahragawan yang menghubungkan sebabdan akibat. Tujuan terakhir adalah mengembangkan olahragawanyang dapat mengkoreksi diri yang.dapat mandiri dalam banyak hal.

    Pada saat pelatih sedang melatih untuk meningkatkan keteram-pilan atlitnya, sang pelatih berkomentar, "pukulannya bagus, ataupukulannya jelek" tidaklah berguna bagi atlit. Yang diperlukanadalah informasi khusus yang dapat membantu atlit mengembang-kan kerangka kerja untuk mengulang pukulan yang benar ataumembetulkan pukulan yang salah. Namun, pada situasi tertentukomentar tersebut diperlukan untuk memotivasi atlit pada saatpertandingan. Secara kolektif penemuan-penemuan ini menyatakansecara tidak langsung bahwa jika hal ini tidak mungkin pelatih untukmemberikan kilas balik kepribadian, para peserta dapat mempelajaridari ternan sebayanya yang sedang mempraktikkan keterampilan ini,khususnya jika pelatih sedang memberikan kepada mereka dengankilas balik secara informatif atau secara korektif.

    Mengapa model-model yang sedang belajar begitu efektif? VanRaalte (2002:136) menganjurkan bahwa para pengamat supayabekerja lebih kognitif ketika rrtereka menyaksikan model-modelyang sedang belajar yang sedang menerima kilas balik dari padaketika mereka menyaksikan model-model tertentu. Untuk orangbaru, melihat atlit-atlit elit menampilkan keterampilan-keterampilanyang sempurna memiliki dampak yang negative pada self-efficacy,

    130

  • Pembelajaran melalui Observasi untuk Mengembangkan Keterampilan Fisikdan Tanggapan Psikologis dalam Olahraga

    motivasi, dan penampilan karena ketidaksamaan yang dirasakanantara pengamat dengan model.

    Penelitian yang dilakukan oleh Boschker & Bakker (2005) ter-hadap para pendaki yang bam belajar, hasilnya menunjukkan bahwapara calon pendaki yang mengamati lewat video cara orang ahlimendaki, hasilnya menunjukkan bahwa: 1) mereka menyukai carapendakian; 2) lebih cepat mendaki; 3) dan geometric entropy lebihrendah bila dibandingkan para calon pendaki yang belajar mendakidengan mengamati lewat video tindakan cara orang belumpengalaman mendaki. Geometric entropy adalah pengukuran secarabiomekanik dalam olahraga panjat dinding. Geometric entropyadalah kurve yang menggambark'an pemindahan pusat berat badanketika atlit sedang melakukan pemanjatan. Sementara Kitsantas &Zimmerman (2002) menyatakan bahwa ahli bola voli akan menam-pilkan bola masuk dalam serving, penggunaan strategi, evaluasi diri,dan adaptasi lebih baik dari pada bukan ahli bola voli atau pemainyang bam belajar. Ahli bola voli juga memiliki se?{-efficacy,kepuasan diri dalam memulai memukul bola (serving), penilaianlebih tinggi dari bukan ahli bola voli atau pemain yang bam belajarbola voli. .

    Pate (1984:106), mengatakan peragaan atau demonstrasi selalumemainkan bagian penting dalam pengembangan keterampilanselama latihan. Peragaan yang berhasil mempunyai sejumlah cirikhusus. Pertama, olahragawan hams memperhatikan aspek keteram-pilan penting yang sedang didemonstrasikan. Kedua demonstrasitidak boleh melampaui rentangan pemusatan perhatian olahragawan.Ketiga, langkah-Iangkah hams diambil untuk memastikan apakahmereka masih ingat pada demonstrasi.

    Sebagian pelatih ada yang benar-benar terampil dalam olahragadan dapat melakukan sendiri demonstrasi yang efektif. Sebagian lagimembawa orang lain atau memanfaatkan film. Terlepas siapa yangmendemonstrasikan, tetapi olahragawan hams yakin bahwa keteram-pilan itu perlu dikembangkan. Jika kesan ini sudah terbentuk,melalui demonstrasi yang cepat, demonstrasi dapat diulang dalam

    131

    ----

  • Cakrawala Pendidikan, Februari 2007. Th.XXVI. No.1

    gerakan yang perlahan dengan perhatian sengaja diarahkan padabeberapa titik kunci. Memori dapat dibantu dengan mengatakanbahwa: 1) keterampilan yang' didemonstrasikan akan menjadipenting untuk keberhasilan pertandingan mendatang; 2) banyakolahragawan pada tingkat lanjut menggunakan keterampilan ter-sebut; dan 3) akan ada penghargaan bagi mereka yang mengembang-kan keterampilan yang didemonstrasikan.

    Pengamatan Pribadi

    Dowrick (1999:23) mengadakan penelitian yang dapat dipertim-bangkan pada teknik-teknik modeling pengamatan pribadi dan telahmenggambarkan tiga pengamatan pribadi: 1) umpan balik videotape;2) modeling pribadi; dan 3) kilas masa depan (gambaran masadepan). Umpan balik videotape memerlukan sesuatu yang memilikiketerampilan-keterampilan dan tingkah laku yang dilaksanakansecara individu yang diputar kembali pada suatu monitor video.Pelatih dan konsultan psikologi olahraga boleh memandang tape-tape ini dengan pemain untuk membuat komentar-komentar korektif.Pengamatan pribadi (self-observation) didefinisikan oleh Dowrick(1999:23) sebagai "prosedur intervensi menggunakan pengamatandiri sendiri diikutsertakan dalam perilaku yang disesuaikan". Jenispengamatan pribadi ini biasanya memerlukan editing videotape ataugambar yang orisinil. Kilas balik masa depan menunjukkantindakan-tindakan secara individu yang dijalankan melebihi daftarpengamat dan dapat digunakan pada penanaman informasi secarateknik atau motivasi.

    Raalte (2002:137) menyampaikan beberapa temuan dalampenelitian para pakar psikologi olahraga sebagai berikut. Halliwell(1990) melaporkan perubahan-perubahan positif dalam kepercayaandan penampilan ketika dia mengembangkan video-video musik yangmenunjukkan pokok-pokok permainan pemain hockey profesionalyang sedang pulih dari cidera atau kemunduran penampilannya.Maille (1991) melaporkan penampilan yang luar biasa meningkat

    132

  • Pembelajaran me/a/ui Observasi un/uk Mengembangkan Ke/erampi/an Fisikdan Tanggapan Psik%gls da/am O/ahraga

    26% lebih dari masa intervensi 25 minggu pada atlit angkat beratyang ditunjukkan dalam video tentang prestasi dirinya lebih beratdari pada pencapaian sebelumnya (misalnya, kilas masa depan).McCullagh menggunakan teknik-teknik pengamatan pribadi denganbeberapa pemanah Olimpiade untuk memberikan informasi tentangkompetisi-kompetisi yang akan datang dan sebagai informasi self-efficacy. Starek dan McCullagh (1999) menguji keefektifan diriversus modeling ternan sebaya pada pembelajaran, self-efficacy, dankegelisahan tentang perenang dewasa yang barn menemukan bahwaindividu-individu ini berpenampilan lebih baik setelah menyaksikandiri mereka dari pada memandang ternan sebayanya, meskipun adaatau tidak ada keinginan pada self-efficacy yang diperbaiki.

    Imagery untuk Menambah Isi Demonstrasi

    Imagery telah digunakan secara meluas oleh pelatih, atlit, dankonsultan psikologi olahraga untuk mendukung peningkatanketerampilan motorik, tanggapan emosi dan meningkatkan rasapercaya diri (Raatle, 2002:137). McCullagh (2000:22) telahmengkaji imagery lebih dari sepuluh tahun dan akhirnya berpen-dapat bahwa lebih dari setengah dari kajian ilmiahnya menggunakandemonstrasi secara langsung, videotape atau gambar-gambar untukintervensi imagery. Menurut Raatle (2002:138) penggunaan teknikimagery sering dikacaukan dengan penggunaan teknik modeling,yang sebenarnya untuk ke duanya,berbeda.

    Perbedaan utama antara teknik modeling dan imagery adalahjenis stimulus yang digunakan. Dalam teknik modeling, stimuluseksternal seperti demonstrasi langsung atau videotape secara khususditunjukkan pada para pengamat. Pada intervensi imagery, tidak adastimulus eksternal yang diberikan. Pemain membuat imajinasiinternal berdasarkan pada pengalaman-pengalaman pribadi merekasebelumnya (Raatle,2002:138). Rushall (1988:131) dalam kajiannyamendemonstrasikan dengan gambar hidup, kesamaan teknik antaramodeling dan imagery. Rushall menggunakan prosedur modeling

    133

    -- --

  • CakrawaJa Pendidikan. Februari 2007, Th. XXVI, No.1

    pengalaman pegulat tingkat dunia dengan rasa percaya diri yangrendah dalam kompetisi intemasional. Dalam prosedur ini, padatahap awal juga ditampilkan model-model lain untuk dibayangkan.Kemudian berangsur-angsur menirukan model yang dibayangkan.Akhimya tindakan-tindakan yang dicontohkan oleh model diprak-tekkan. Intervensi berhasil, pegulat bisa mengurangi rasa rendah diridan dapat meningkatkan keterampilannya. Dengan demikianmodeling dan imagery menunjukkan kesamaan terutama dalamproses kognisi yang mendasari prosedur intervensi. Karena itu padapara peneliti dianjurkan untuk menguji intervensi modeling danimagery, sebab ada beberapa keuntungan dalam usaha menggabung-kan intervensi imagery dan modeling.

    Isu-isu yang Bersifat Pengembangan

    Menurut Raalte (2002:139), penelitian pada penampilan motorikmenunjukkan bahwa anak-anak 'tidak sepenuhnya matang dalamatensi yang dipilih, kecepatan proses visual, dan proses kontrol(yaitu pemberian label, latihan dan organisasi).

    ModelingAnakpadaKeterampilanMotorik

    Penelitian pada modeling anak-anak tentang keterampilan-keterampilan motorik secara konsisten menunjuk pada perbedaan-perbedaan perkembangan fisik 'dan kognitif. Weiss (1987:243)mendemonstrasikan suatu model yang "tampil dan bercerita" secarabersama ditunjukkan dan mengungkapkan secara verbal merupakanelemen penampilan yang esensial, khususnya efektif pada anak-anakyang tidak secara selektif menyelesaikan isyarat yang relevan ataukurang berhasil dalam strategi-strategi latihan.

    Kebutuhan latihan verbal tentang keterampilan yang didemon-strasikan sebelum penampilan lJ1ereka, juga merupakan strategipenting untuk keberhasilan produk keterampilan. Dengan analisisbiomekanik pada kuantitas perbedaan-perbedaan model anak, peng-

    134

  • Pembelajaran melalui Observasi un/uk Mengembangkan Ke/erampilan Fisikdan Tanggapan Psikologis dalam Olahraga

    alman pada anak-anak, ingatan, dan pengumuman (informasi)tentang hasil akan meningkat lebih banyak pada model dan ter-sedianya isyarat verbal. Hasil ini menggambarkan bahwa modelingmerupakan metode psikologi yang dapat berjalan untuk memper-tinggi keterampilan-keterampilan diri secara teratur pada anak-anak.

    Pengaruh Psikologis pada Modeling

    Mekanisme utama pada modeling yang mempengaruhitanggapan-tanggapan psikologis dan memotivasi tingkah laku adalahmelalui karakteristik-karakteristik model. Kesamaan model danpengamat mungkin merupakan karakteristik yang sangat pentinguntuk mempertimbangkan intervensi modeling terhadap tanggapan-tanggapan psikologis yang dimodifikasi dan motivasi lanjutan danpenampilan.Kesamaanmodeldan pengamatmengacupadakarak-teristik umum keduanya, peraga dan karakteristik yang belajar,seperti usia, gender, ras atau kesukuan, dan tingkat kemampuan.

    Model TernanSebaya

    Untuk anak-anak, keuntungan-keuntungan model ternan sebayadi atas model-model orang dewasa meliputi kemampuan parapengamat untuk mengidentifikasi lebih baik dengan keterampilandan strategi pembelajaran dan kecenderungan model ternan sebayaberpusat pada praktik yang lebih dapat dipahami pengamat (pesertadidik). Variasi model ternan sebaya mencakup keunggulan ternansebaya, dan model-model contoh ternan sebaya.

    Kemungkinan-kemungkinan Intervensi untuk Makaila,Harrison dan Felicia

    Intervensi psikologis penting untuk membangun penampilanatlit. Intervensi untuk kasus seseorang dengan orang lain tentu ber-beda, tergantung kasus yang dialami masing-masing individu atau

    135

  • Cakrawala Pendidikan. Februari 2007. Th. XXVI. No.1

    tim. Menurut Rogerson & Hrycaiko (2002) bahwa pelatihanketerampilan mental dengan cara pemusatan dan pembahasan dirimenunjukkan hasil bahwa pelatihan keterampilan mental efektifmemperlihatkan kemajuan dalam persentase keselamatan goal-tenders pemain hoki es. Secara sosial juga menunjukkan bahwapara atlit dengan pelatihan keterampilan mental merasa puas dalampenampilan. Selanjutnya para pelatih juga sangat puas dengan hasilini dan merasakan bahwa pelatihan keterampilan mental merupakanunsur penting untuk meningkatkan penampilan, khususnya konsis-tensi penampilan.

    Intervensi untuk Makaila, Harrison, dan Felicia dijelaskan olehRaalte (2002:144) sebagai berikut.

    Intervensi untuk Makaila

    Kemerosotan atau kemunduran dalam penampilan, merupakankeprihatinan utama untuk para atlit dan pelatih mereka. Selain itukeragu-raguan Makaila tentang suatu kompetisi yang akan datang,esensial untuk kesuksesannya. Setelah membahas situasi dengankeduanya, pelatih dan atlit, konsultan psikologi olahragamengembangkan beberapa video modeling diri. Video modeling diridigunakan untuk memecahkan kemerosotan penampilan sebaikmungkin untuk membantu Makaila mengatasi keragu-raguan tentangsaingan pembalasannya.

    Intervensi untuk HarrisonHal-hal yang dihindari Harrison terhadap aktivitas-aktivitas air,

    tidak satu pun dilakukan dengan kompetensinya; dia masih pahambagaimana melakukan gerakan dalam renang. Tapi dekatnya denganyang lain di kolam renang (misalnya pengalaman traumatik) danketegangan dia rasakan dalam air lebih dari pada cukup untukdijauhi. Suatu hari guru Harrison mengenalkan dengan Peter, yangsetahun lebih tua dan di kelas lain. Guru menjelaskan bahwa Petertidak suka berenang sampai setahun yang lalu, ketika dia

    136

  • Pembe/ajaran me/a/ui Observasi un/uk Mengembangkan Ke/erampi/an Fisikdan Tanggapan Psik%gis da/am O/ahraga

    menemukan bahwa renang menyenangkan dan sebagai sumbermembuat persahabatan. Peter tidak suka berenang karena dia melihatanak laki-laki tenggelam di danau dekat rumahnya. Peter berhasilmelepaskan rasa ketakutannya ini dengan cara berenangmenggunakan bantuan alat pelampung. Peter berbagi rasa denganternan sebaya melakukan keterampilan-keterampilan dengangembira (misalnya meniup gelembung, mengapung). AkhimyaHarrison dialihkan ke kelas renang Peter. Di kelas ini, Petermelayani seperti model ternan sebaya, dan guru mengajarkannyadalam cara yang tepat berdasarkan perkembangannya.

    Intervensi untuk Felicia

    Tanpa diketahui, kawan seregu dan pelatih mengabaikanterhadap atlit yang sedang cidera. Atlit merasakan apakah dia sendiridan tidak seorang pun paham apa yang sedang dia hadapi.Beruntung pada Felicia, pelatih atletik pada institusinya menghargaiperan bahwa konsultan-konsultan olahraga dapat membantu dalamsituasi ini. Pelatih atletik mengenalkan Felicia pada Yolanda,anggota tim sepakbola yang telah kembali setelah masa berakhirselama pembedahan ligament lutut dan rehabilitasi. Yolanda aktifmemberi infonnasi dan motivasi perhatiannya mengantisipasi hal-hal yang penting secara fisik dan kemunduran emosinya. PeranYolanda sebagai model ternan sebaya tiruan serta kehadiran Feliciapada suatu kelompok pendukung atlit yang cidera diorganisir olehpelatih dan konsultan psikologi kesehatan. Pertemuan tiap minggumemberikan Felicia suatu kesempatan untuk bertemu danmengamati beberapa model ternan sebaya yang beraneka macamtingkat gender, olahraga dan keterampilan.

    Penutup

    lntervensi-intervensi modeling sangat efektif sebagai metodepengembangan keterampilan dan tanggapan psikologis dalam akti-

    137

  • CakrawaJa Pendidikan. Febnlari 2007. Th. XXVI. No.1

    vitas fisiko Teori, penelitian, dan penerapan memberikan alasan-alasan yang meyakinkan pada guru pendidikan jasmani dan pelatiholahraga untuk menggunakan kembali pembelajaran observasi(observational learning) sebagai metode pembelajaran yang dapatmengembangkan keterampilan fisik dan tanggapan psikologis dalamolahraga. Mempelajari model-model, teknik-teknik pengamatan diri,model-model ternan sebaya, dan model-model tiruan merupakanbagian intervensi-intervensi yang tersedia yang dapat digunakanpada anak-anak dan orang dewasa dalam praktik, kompetisi maupundalam situasi rehabilitasi.

    Daftar Pustaka

    Bandura, A. 1986. Social Foundations of Thought and Action.Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.

    Boschker, M.S.J. & Bakker, F.C. 2005. Observational Learning byInexperience Sport Climbers. Institut for Foundation andClinical Human Movement Sciences, Faculty of HumanMovement Sciences, Amsterdam, The Netherland.e-mail:[email protected] (visited, 1 April 2005).

    Dowrick, P.W. 1999. "A review of Self-Modeling and RelatedIntervention". Applied and Preventive Psychology. 8, pp.23-39.

    Jawa Pos. 2005. Di Balik Misi Ambramovich dan Mourinho diTribun Olimpico, Bidik Pemain, Intai Lawan atau BawaPulang Asset. Surat kabar harian: Jawa Pos, 14 Maret 2005.pp.14

    Kitsantas, A. & Zimmerman, BJ. 2002. "Comparing Self-Regulatory Processes Among Novice, non-Expert, and Expert

    138

  • Pembe/ajaran me/a/ui Observasi untuk Mengembangkan Keterampi/an Fisikdan Tanggapan Psik%gis da/am O/ahraga

    Volleyball Players: a Microanalytic Studi". Jurnal oj AppliedSport Psychology. 14, Number 2. pp. 91-105.

    McCullagh, P., and Caird, J.K. 1990."Correct and Learning Modelsand the Use of Model Knowledge of Results in the Aquisitionand Retention of a Motor Skill". Journal oj Human MovementStudies. 18,pp.107-116.

    McCullagh, P., and Ram, N. 2000. "A Comparison of Imagery andModeling". Journal oj Sport and Exercise Psychology. 22,pp.89.

    Nur, M. 1998. Teori Pembelajaran Sosial dan Teori PembelajaranPrilaku. Surabaya: Program Pascasarjana IKIP Surabaya.

    Pate R, Me. Clengham B, Rotella R. 1984. Scientific Foundation ojCoaching. Philadelphia: Saunders College Publishing.

    Rogerson, L.J. & Hrycaiko, D.W. 2002. "Enhancing CompetitivePerformance of Ice Hokey Goaltenders using Centering andSelf-talk". Journal oj Applied Sport Psychology. 14, Number1. March, 2002, pp.14-26.

    Rushall, B.S. 1988. "Covert Modeling as a Procedure for Altering anElite Athlete's Psychological State". The SporfPsychologist.2, pp. 131-140

    Raalte, V. J.L. & Brewer, B.W. 2002. Exploring Sport and ExercisePsychology. Washington: American PsychologicalAssociation.

    Weinberg, R.S., & Gould, D. 1995. Foundation oj Sport andExercise Psychology. Champaign, IL: Human Kinetics.

    139

    family is-avery central place for students' education, where-certainother family members become role models and influence theirpsychological growth. The family condition becomes a determiningfactor of the success in their education at school and in society. Herethe role of parents is highly significant. Whatever is obtained from

    141

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended