Home >Documents >presentasi metode penulisan

presentasi metode penulisan

Date post:07-Aug-2015
Category:
View:27 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:

TINGKAT EFEKTIFITAS SARANA ZEBRA CROSSOLEH

AGUS SALIM

L/O/G/O

KATA PENGANTARAssalamu Alaikum Wr.Wb

dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, The King Of The King, The Lord Of The Lord and The Created Of Everything, Tuhan maha sempurna yang telah memberikan kita anugrah akal dan pikiran sebagai pembeda antar kita dan mahluk ciptaan-Nya yang lain. Karena atas izin, rahmat dan kuasaNyalah, tugas ini dapat terselesaikan. Shalawat dan salam selalu penulis sampaikan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW sebagai penyambung lidah dari apa yang disampaikan oleh Allah, Tuhan Rabbul Alamin. Nabi yang patut dijadikan tauladan, semoga syafaat selalu diberikan atas Diri Beliau, keluarga dan sahabat-sahabatnya.

Puji

Tugas ini penulis buat dengan tujuan untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk lulus mata kuliah metode penulisan Jurusan Teknik Sipil.Penulis sadar bahwa dalam penyelesaian tugas ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Karena itu, ucapan terimakasih penulis terhadap segala bantuannya baik Motivasi, moril maupun materi. Mudah-mudahan bantuannnya bernilai ibadah sehingga mendapat Ridho dan Barokah dari Allah SWT. Sujud dan takzim Ananda haturkan kepada Ayahanda dan Ibunda tercinta atas Dukungan Moril dan Materilnya. Ayahanda , atas segala nasehatnya tentang filosofi hidup dan doanya yang menjadikan ananda selalu tabah dan tetap semangat dalam menyelesaikan study, Ibunda terkasih , yang senantiasa membimbing, mengajar dan mendoakan selama kecil hingga saat ini. Dan secara khusus kami ingin mengucapkan terimakasih kepada : 1. Bapak Ir. Muhammad Arief. MT, selaku Dosen mata kuliah Metode Penulisan jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia.. 2. Seluruh Mahasiswa teknik Sipil yang memprogramkan mata kuliah Metode Penulisan khususnya kelas S2 dengan segala masukan, kritik dan saran serta ucapan maaf apa bila ada sesuatu yang tida berkenang dalam diri kalian. Seluruh Pihak yang tidak bisa penulis sebutkan semua, kalimat penutup untuk ucapan terima kasih ini Tidak Ada Cara Yang Terbaik Tapi Ada Selalu Ada Cara Yang Lebih Baik. Thanks For All. Kami menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari kesempurnaan, dimana sebagai manusia biasa tidak pernah luput dari kekhilafan, maka saran dan kritik yang bersifat membangun sangat kami harapkan. Akhirnya penulis berharap Tugas ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya. Wassalamu Alaikum Wr.Wb Makassar Penulis

BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Perkerasan jalan adalah bagian dari jalur lalu lintas, yang bila kita perhatikan secara strukturil pada penampang melintang jalan, merupakan penampang struktur dalam kedudukan yang paling sentral dalam suatu badan jalan. Lalu lintas langsung terkonsentrasi pada bagian ini, dan boleh dikatakan merupakan urat nadi dari suatu konstruksi jalan. P erkerasan jalan dalam kondisi baik maka arus lalu lintas akan berjalan dengan lancar, demikian sebalknya kalau perkerasan jalan rusak, lalu lintas akan sangat terganggu. Apapun jenis perkerasan jalan lalu lintas, dia harus dapat memfasilitasi sejumlah pergerakan lalu lintas, apakah berupa jasa angkutan manusia, atau jasa angkutan barang baik berupa seluruh komoditas yang diijinkan untuk berlalu lalang disitu. Jaringan jalan di Indonesia, tersebar ke seluruh pelosok yang dapat dijangkau transportasi darat. Khusus di kota Makassar jaringan jalan tidak sebanding dengan volume kendaraan Khusus zebra cross yang merupakan contoh dari marka jalan merupakan sebagian objek vital yang wajib diperhatikan bagi pengguna jalan. Kelalaian pegguna jalan bisa berdampak besar pada kesemrawutan lalu lintas. Sarana zebra cross yang dibuat oleh pemerintah merupakan salah satu fasilitas yang dikhususkan bagi pejalan kaki untuk menyebrang jalan.

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, maka pokok permasalahan dalam kasus ini dapat dirumuskan sebagai berikut: Kesemrawutan pejalan kaki ketika menyebrang jalan. 1.3 Tujuan Umum (Maksud) dan Tujuan Khusus Adapun tujuan umum dari studi kasus ini adalah untuk : * Membudayakan menyebrang kaki dengan benar. Sedangkan tujuan khusus dari studi kasus ini adalah untuk * Meminimalisir dampak kecelakaan yang ditimbulkan ketika menyebrang jalan bagi pejalan kaki. 1.4 Manfaat dan Kegunaan Adapun manfaat dan kegunaan ini diharapkan : Hasil yang diperoleh dari studi kasus ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi Pemerintah daerah maupun pusat dalam membuat sarana zebra cross. 1.5 Batasan Masalah Dalam studi kasus ini perlu adanya batasan-batasan yang dilakukan agar lebih terfokus dan terarahBatasan-batasan tersebut adalah sebagai berikut: Studi kasus dilakukan di jalan-jalan kolektor

:

BAB III TINJAUAN PUSTAKAUnsur-unsur Lalu Lintas Alik Ansyari Alamsyah, (2005, hal I-9) kondisi lalu lintas suatu jalan adalah hasil dari perilaku arus lau lintas. Perilaku arus lalu lintas adalah hasil pengaruh gabungan antara unsur-unsur lalu lintas. Unsur-unsur tersebut merupakan hal yang utama dan sangat penting dalam membahas tentang analisis lalu lintas. Untuk lebih jelasnya unsur-unsur lalu lintas berupa manusia, jalan akan diuraikan satu per satu 3.1.1 Karakteristik Manusia Direktorat Bina Sistem Lalu Lintas Angkutan Kota Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, ( 1999, hal II-35) tingkah laku arus lalu lintas adalah hasil dari pengaruh gabungan antara manusia, kendaraan dan jalan dalam suatu keadaan lingkungan tertentu. Dalam hal lalu lintas, manusia bisa sebagai pengemudi atau pejalan kaki. Dalam pembahasan ini, karakteristik yang dimaksudkan adalah pengemudi. Beberapa hal yang perlu diketahui dalam hanya manusia sebagai pengemudi, antara lain : Sifat-sifat pengemudi Manusia sebagai pengemudi dalam keadaan normal mempunyai kemampuan dan kesigapan yang berbeda-beda dalam hal waktu reaksi, kosentrasi dan lain-lain. Pengemudi dalam suatu kelompok umur memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam hal penglihatan, informasi, proses pengambilan keputusan dan reaksi. Kemampuan ini dapat berubah-ubah karena kelelahan, kebosanan dan emosi. Perbedaan waktu yakni pada sore hari, siang dan malam hari serta pengaruh keadaan cuaca akan membawa komplikasi lebih lanjut terhadap kelakuan pengumudi. Reaksi pengemudi Pengemudi menerima berbagai rangsangan selama waktu mengemudikan kendaraannya. Rangsangan-rangsangan tersebut tersalur ke otak melalui berbagai saluran indera.

Pada kenyataannya situasi yang dihadapi pengemudi lebih kompleks daripada sekedar mengatur kemudi dan menginjak rem. Selain hal itu masih terdapat adanya rangsangan luar. Indera pengemudi, perasaan, respon kendaraan itu sendiri. Contoh yang paling utama terjadi pada persimpangan jalan dimana kendaraan datang dari segalah arah. Pada persimpangan seperti ini pengemudi harus mengarahkan pandangannya berturut-turut pada tiap kaki persimapangan, karena mata hanya mampu melihat dengan jelas ruang selebar 20o. Karakteristik yang lain dari pengemudi dalam hubungannya dengan kepentingan pribadi, terutama kekhawatiran terhadap kecelakaan merupakan hal yang mempengaruhi pengemudi dalam mengambil keputusan. Kecapatan kendaraan umumnya diatur dengan sendirinya pada suatu tingkat tertinggi pada batas pengemudi merasa bahwa pengumpulan informasi, pengolahan data dan kemampuan reaksinya masih sesuai dengan kondisi saat itu sehingga ia masih merasa aman. Karakteristik Jalan Ukuran atau dimensi dari jalan mempengaruhi arus lalu lintas yang lewat diatasnya. Meskipun jalur-jalur lalu lintas dibuat sama lebarnya, arus lalu lintasnya tidak akan sama karena lingkungannya berbeda. Di daerah pedalaman, gangguan dari samping tidak begitu besarnya seperti daerah perkotaan (urban), maka kecepatan di daerah perkotaan lebih rendah dari pada daerah pedalaman. Keadaan permukaan jalan dan sifat geometrik dari alinyemen jalan juga berpengaruh pada arus lalu lintas. Dengan demikian arus lalu lintas berhubungan erat dengan pola penggunaan tanah disekitarnya. Klasifikasikan jalan yang paling sederhana adalah dengan membaginya menjadi jalan utama (kecepatan/volume tinggi) dan jalan minor (akses tinggi). Klasifikasi menurut Undang-undang Jalan Raya Republik Indonesia NO.13 Tahun 1980 tentang jalan dikelompokkan menjadi : a. Jalan arteri Jalan yang melayani angkutan utama dengan ciri-ciri perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-rata tinggi dan jumlah masuk dibatasi secara efisien. b. Jalan Kolektor Jalan yang melayani arus dan beberapa jalan angkutan pengumpulan /pembagian dengan ciri-ciri perjalanan jarak sedang. Kecepatan rata-rata sedang dan jumlah masuk dibatasi. c. Jalan Lokal Jalan yang melayani angkutan setempat dengan ciri-ciri perjalanan jarak dekat, kecepatan rata-rata rendah dan jumlah jalan masuk tidak dibatasi.

BAB V KESIMPULAN Dari analisa penulis , maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut: Bahwasanya dengan pemasangan sarana zebra cross, dapat mengurangi kemacetan serta kecelakaan lalu lintas khusus pejalan kaki ketika menyebrang jalan dengan catatan perlunya dibuat suatu wacana yang dapat membuat pejalan kaki merasa tertarik menyebrang jalan melewati zebra cross tanpa merasa terbebani.

DAFTAR PUSTAKA Ahmad Fadhil.2011.Analisa Perancangan Instalasi Biogas Pada Lingkungan Pasar Tradisional Terong Dengan Bahan Baku Sampah.Penelitian: Pasar terong Kota Makassar .Skripsi.Tidak diterbitkan.Makassar.Program Srata Satu.UMI. Eki. Studi Perancangan Traffic Light Jl. Antang Raya dan Jl. Perumnas Antang Di Kota Makassar.Studi Kasus: Antang Raya dan Jl. Perumnas Antang Di Kota Makassar.Skripsi.Tidak diterbitkan.Makassar.Program Srata Satu.UMI. Saodang, Hamirhan.2005.Konstruksi Jalan Raya.Bandung:Penerbit Nova.

Thank You!

L/O/G/O

Popular Tags:

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended