Home >Education >Asas Asas Hukum Pidana

Asas Asas Hukum Pidana

Date post:21-May-2015
Category:
View:21,276 times
Download:6 times
Share this document with a friend
Description:
Bahan Kuliah Hukum Pidana
Transcript:
  • 1. Curicullum VitaeName : Eddy O.S. HiariejPlace Of Birth : Ambon, 10 April 1973Education & Foreign Experience :1. Sarjana Hukum UGM 1998, Master Hukum UGM 2004 & Doktor 2009 & Profesor/Guru Besar Hukum Pidana 2010.2. Comparative Study ke International Court of Justice United Nations Organization Den Haag, Belanda.3. Human Rights Short Course & Human Rights Teaching in Strasbourg, Perancis, 2001.4. Foreign Observer, General Election in Filipina, 2001.5. Dialog East Asia Common Space In South Korea, 1 8 Agustus 2004

2. Perbuatan Pidana &Beberapa Asas Hukum Pidanaeddy o.s hiariej 3. ReFeReNsI1. G.A. van Hamel, 1913, Inleiding Tot De Studie Van Het Nederlansche Strafrecht, Derde Druk, De Erven F. Bohn Haarlem & Gebr. Belinfante s-Gravenhage.2. D. Simons, 1937, Leerboek Van Het Nederlandsche Strafrecht , Eerste Deel, Zesde Druk, P. Noordhoof, N.V. Groningen Batavia.3. D. Simons, 1937, Leerboek Van Het Nederlandsche Strafrecht , Tweede Deel, Zesde Druk, P. Noordhoof, N.V. Groningen Batavia.4. J.E. Jonkers, 1946, Handboek Van Het Nederlansch Indische Strafrecht, E.J. Brill, Leiden.5. T.J. Noyon & G.E. Langemeijer, 1947, Het Wetboek Van Strafrecht , Vijfde Druk, Eerste Deel Inleiding Boek I, S. Gouda Quint D. Brouwer En Zoon, Uitgevers Het Huis De Grabbe Arnhem.6. T.J. Noyon & G.E. Langemeijer, 1947, Het Wetboek Van Strafrecht , Vijfde Druk, Tweede Deel Inleiding Boek II, S. Gouda Quint D. Brouwer En Zoon, Uitgevers Het Huis De Grabbe Arnhem.7. T.J. Noyon & G.E. Langemeijer, 1947, Het Wetboek Van Strafrecht , Vijfde Druk, Derde Deel Inleiding Boek III, S. Gouda Quint D. Brouwer En Zoon, Uitgevers Het Huis De Grabbe Arnhem. 4. ReFeReNsI8.H.B. Vos, 1950, Leerboek Van Nederlands Strafrecht, DerdeHerziene Druk, H.D.Tjeenk Willink & Zoon N.V. Haarlem.9.D. Hazewinkel Suringa, 1953, Inleiding Tot De Studie Van HetNederlandse Strafrecht, H.D. Tjeenk Willink & Zoon N.V. Haarlem.10. J.M. van Bemmelen En W.F.C. van Hattum, 1953, Hand EnLeerboek Van Het Nederlandse Strafrecht, S. Gouda Quint D. Brouwer En Zoon, Arnhem.11. J.M. van Bemmelen En H. Burgersdijk, 1955, Arresten OverStrafrecht, Vijfde Druk, H.D.Tjeenk Willink & Zoon N.V. Haarlem.12. W.P.J Pompe, 1959, Hanboek Van Het NederlandseStrafrecht, Vijfde Herziene Druk, N.V. Uitgevers Maatschappij W.E.J.Tjeenk Willink, Zwolle.13. Ch.J. Enschede, 2002, Beginselen van Strafrecht, 10e druk,Kluwer Deventer.14. Moeljatno, 2008, Asas-Asas Hukum Pidana, Rineka.15. Moeljatno, 1955, Perbuatan Pidana Dan PertanggungjawabDalam Hukum Pidana, Pidato Diesnatalis Ke IV UniversitasGadjah Mada, Sitihinggil.16. Moeljatno, 1985, Percobaan dan Penyertaan, Bina Aksara,Jakarta.17. Moeljatno, 2001, Ktab Undang-Undang Hukum Pidana, BumiAksara, Jakarta. 5. ReFeReNsI18. Bambang Poernomo, 1982, Asas-Asas Hukum Pidana, GhaliaIndonesia, Jakarta.19. D.Schaffmeister, N.Keijzer, E.P.H. Sutorius, 1995, Hukum Pidana,diterjemahkan oleh J.E. Sahetapy Liberty, Yogyakarta.20. Komariah Emong Sapardjaja, 2002, Ajaran Sifat Melawan HukumMatrial Dalam Hukum Pidana Di Indonesia , Alumni Bandung.21. E. Utrecht, 1960, Hukum Pidana, Jilid I Penerbitan Universitas,Bandung.22. E. Utrecht, 1960, Hukum Pidana, Jilid II Penerbitan Universitas,Bandung.23. Jan Remmelink, 2003, Hukum Pidana, Komentar atas Pasal-PasalTerpenting Dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Belanda DanPadanannya Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia,Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.24. Ruslan Saleh,1981, Perbuatan Pidana Dan Pertanggung JawabPidana, Penerbit Aksara Baru, Jakarta.25. Fraser Sampson, 2001, Blackstones Ploice Manual Crime, BlackstonePress Limited.26. Machteld Boot, 2001, Nullum Crimen Sine Lege and the SubjectMatter Jurisdiction of the International Criminal Court : Genocide,Crimes Against Humanity, War Crimes , Intersentia, Antwerpen Oxford New York27. Paul Bergman & Sara J. Berman Barret, 2003, The Crimnal LawHandbook, 5th edition, Nolo Law for All 6. Perbuatan Pidana Dan BeberapaAsas Hukum Pidana1. Istilah Perbuatan Pidana2. Istilah Strafbaar Feit3. Asas Legalitas4. Asas Geen straf zonder schuld5. Asas Teritorial, Pengecualian Asas Teritorial dan Perluasan Asas Teritorial6. Ne bis in idem7. Melawan hukum 7. Dalam hukum pidana di Indonesia PerbuatanPidana dan Per tanggungJawabanPidana DIPISAH secara tegas. Perbuatanpidana hanya mencakup dilarangnya suatuperbuatan, sedangkan pertanggung jawabpidana mencakup dapat tidaknya dipidanasipembuat / sipelaku. Dasar dari perbuatanpidana adalah ASAS LEGALITAS , sementaradasar dari pertanggung jawaban pidanaadalah TIDAKADAPIDANATANPAKESALAHAN atau Geen Straf ZonderSchuld . Hal ini merupakan perbedaanmendasar dengan hukum pidana BelandayangTIDAK MEMISAHKANantarastrafbaar van het feit dan strafbaar vande dader . 8. Istilah Perbuatan PidanaPerbuatan Pidana : (1) b1. Perbuatan yang dilarang2. Larangan dalam undang-undang3. Ada ancaman bagi barang siapa yang melanggarPerbuatan :1. Kelakuan (handeling)2. Akibat (gevolg) 9. Strafbaar Feit Jonkers : De korte definitie luidt : een strafbaar feit is een feit,dat door de wet is strafbaar gesteld. Een langere en ookbeteekenisvollere definitie is : een strafbaar feit is een feit metopzet of schuld in verband staande onrechtmatig(wederechtelijke) gedraging begaan door een toerekenisvatbaarpersoon(Defenisi singkat : Perbuatan pidana adalah suatu perbuatanyang menurut undang-undang dapat dijatuhi pidana. Defenisipanjang dan juga defenisi pengertian keseluruhan : Perbuatanpidana adalah suatu perbuatan dengan sengaja atau alpa yangdilakukan dengan melawan hukum oleh seseorang yang dapatdipertanggungjawabkan). 10. Pompe :..... theoretische uiteenzettingen ..... strafbare feitdefinieren als de normovertreding, waaraan de overtreder schuldheeft en waarvan de bestraffing dienstig is voor de handhaving derrechtsorde en de behartiging van het algemeen welzijn..... Hetstrafbare feit ..... een gedraging zijn met drie algemeneeigenschapen...... wederrechtelijk, aan schuld te wijten enstrafbaar..... Volgens ons positieve recht is het strafbare feit nietsaanders dan een feit, dat in een wettelijke bepaling las strafbaar isomschreven.....(..... gambaran teoretis ...... perbuatan pidana didefinisikan sebagaipelanggaran norma yang diadakan karena pelanggar bersalah danharus dihukum untuk menegakkan aturan hukum danmenyelamatkan kesejahteraan umum......Perbuatan pidana .....suatu kelakuan dengan tiga hal sebagai suatu kesatuan.....melawan hukum, kesalahan yang dapat dicela dan dapatdipidana......Menurut hukum positif, perbuatan pidana tidak lain darisuatu perbuatan yang oleh undang-undang ditentukan sebagaisuatu peristiwa yang menyebabkan dijatuhi hukuman......) 11. Simons : Strafbaar feit omschrijven als eene strafbaargestelde, onrechtmatige, met schuld in verband staandehandeling van een toerekeningsvat baar persoon.Perbuatan yang oleh hukum diancam dengan hukuman,bertentangan dengan hukum, dilakukan oleh seorangyang bersalah dan orang tersebut dianggap bertanggungjawab atas perbuatannya. Sedangkan van Bemmelen dan van Hattum : .....Strafbaar feitbetekent feit terzake waarvan een persoon strafbaaris..... dat feit en persoon in het strafrecht onafscheidelijkzijn..... dat altijd een persoon slechts strafbaar kan zijnterzake van een feit, hetwelk hij zelf heeft begaan..........Perbuatanpidanaberartiperbuatan yangmenyebabkan seseorang dapat dihukum..... perbuatandan orang dalam hukum pidana tidaklah dapatdipisahkan.....seseorang hanya dapat dihukum karenasutau perbuatan yang ia sendiri lakukan..... 12. Ch.J. Enschede : een menselijke gedragingdie valtbinnen degrenzenvandelictsomschrijving, wederrechtelijk is en aanschuld te wijten.Kelakuan manusia yang memenuhi rumusandelik, melawan hukum dan dapat dicela. (1)a Vos : een menselijke gedraging, waarop doorwet straf is gesteldPerbuatan pidana adalah kelakuan manusiayang oleh undang-undang pidana diberihukuman. 13. Strafbaar Feit dan PerbuatanPidanaX (2)bStrafbaar Feit TIDAK SAMA DENGANPerbuatan Pidana. Feit hanya diartikansebagai kelakuan semata sedangkanPerbuatan diartikan sebagai kelakuan danakibat. Strafbaar Feit memadukanperbuatan pidana dan pertanggungjawaban pidana, sedangkan perbuatanpidana tidak mengandung pertanggungjawaban pidana. 14. Elemen-Elemen PerbuatanPidana 2(a)D.Schaffmeister, N.Keijzer, E.P.H. Sutorius :1. Memenuhi unsur delik2. Melawan Hukum3. Dapat dicela 15. Moeljatno (3) b1. Kelakuan dan akibat Perbuatan2. Hal ikhwal atau keadaan yang menyertai perbuatan3. Keadaan tambahan yang memberatkan pidana4. Obyektief onrechtselement5. Subyektif onrechtselement 16. Sejarah Asas Legalitas Tujuan Hukum Pidana menurut Aliran Klasik Melindungi anggota masyarakat dari tindakan yangsewenang-wenang Markies van Becaria Dei delitte edelle peneKasus Jean Calas te Toulouse terhadap anaknyaMauriac Antonie Calas Voltaire mengecam putusan tersebut C.S.B.D.Montesquieu (1748) & J.J. Rosseau (1762) menuntutraja dibatasi dengan hukum tertulis. Article 8 Declaration des droits de Lhomme et ducitoyen (1789) nul ne peut etre puni, quen vertudune loi etabile et promulguee, anterieurement au delitet legalement appliquee. 17. Anselm von Feuerbach Lehrbuch des peinlichen Recht Nulla poena sine lege; Nulla poena sine crimine; Nullum crimen sine poena legali Article 4 Code Penal Perancis oleh NapoleonBonaparte 1801 Nulle contravention, nul delit, nulcrime, ne peuvent etre punis de peines, qui n etaientpas prononcees par la loi, avant quils fussent commis Pasal 1 WvS Belanda : Geen feit is strafbaar dan uitkracht van eene daaraan voorafgegane wettelijkestrafbepaling Pasal 1 ayat (1) KUHP : Tiada suatu perbuatan dapatdipidana kecuali atas kekuatan aturan pidana dalamperundang-undangan yang telah ada sebelumperbuatan dilakukan 18. Principle Legality Machteld Boot The formulation of the Gesetzlichkeitsprinzip inArticle 1 StGb (Eine tat kann nur bestraft werden, wenn diestrafbarkeit geseztlich b

Popular Tags:

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended