Home >Documents >Bs Pembuktian Malpraktik2

Bs Pembuktian Malpraktik2

Date post:11-Dec-2015
Category:
View:216 times
Download:3 times
Share this document with a friend
Description:
ehum
Transcript:
  • PEMBUKTIAN MALPRAKTIKBUDI SAMPURNAProgram Non Gelar Bioetika, Hukum Kedokteran dan Hak Asasi Manusia

  • PENGERTIAN DAN UNSUR-UNSUR MALPRAKTIK MEDIS

  • MALPRACTICEPROFESSIONAL MISCONDUCT OR UNREASONABLE LACK OF SKILL.FAILURE OF ONE RENDERING PROFESSIONAL SERVICES TO EXERCISE THAT DEGREE OF SKILL AND LEARNING COMMONLY APPLIED UNDER ALL THE CIRCUMSTANCES IN THE COMMUNITY BY THE AVERAGE PRUDENT REPUTABLE MEMBER OF THE PROFESSION WITH THE RESULT OF INJURY, LOSS OR DAMAGE TO THE RECIPIENT OF THOSE SERVICES OR TO THOSE ENTITLED TO RELY UPON THEM. BLACKS LAW DICTIONARY

    ARTINYA : LALAI MENGAKIBATKAN CEDERA/ KERUGIAN

  • MEDICAL MALPRACTICEMedical malpractice involves the physicians failure to conform to the standard of care for treatment of the patients condition, or lack of skill, or negligence in providing care to the patient, which is the direct cause of an injury to the patient.World Medical Association, 1992

  • PENGERTIAN MALPRAKTIKKATA MALPRAKTIK TIDAK ADA DALAM PERATURAN PER-UU-AN DI INDONESIA

    Pasal 55 ayat (1) UU No 23 tahun 1992 tentang Kesehatan : setiap orang berhak atas ganti rugi akibat kesalahan atau kelalaian yang dilakukan tenaga kesehatan.

  • Pasal 50 UU No 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran : dokter dan dokter gigi berhak memperoleh perlindungan hukum sepanjang melaksanakan tugas sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional. JADI, MALPRAKTIK BILA KESALAHAN, KELALAIAN, TAK SESUAI STANDAR PROFESI, TAK SESUAI STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL ????

  • MALPRAKTEKINTENTIONAL (secara sadar)PROFESSIONAL MISCONDUCTSNEGLIGENCEMALFEASANCE, MISFEASANCE, NONFEASANCELACK OF SKILLDI BAWAH STANDAR KOMPETENSIDI LUAR KOMPETENSI

  • PROFESSIONAL MISCONDUCTPELANGGARAN DISIPLIN PROFESIPELANGGARAN STANDAR SECARA SENGAJA (DELIBERATE VIOLATION)PELANGGARAN PERILAKU PROFESIPIDANA UMUM:PEMBOHONGAN (FRAUD / MISREPRESENTASI)KETERANGAN PALSUPENAHANAN PASIENBUKA RAHASIA KEDOKTERAN TANPA HAKABORSI ILEGAL EUTHANASIAPENYERANGAN SEKSUAL

  • LACK OF SKILLKOMPETENSI KURANG ATAU DI LUAR KOMPETENSI / KEWENANGANSERING MENJADI PENYEBAB ERROR ATAU KELALAIANSERING DIKAITKAN DENGAN KOMPETENSI INSTITUSI KADANG DAPAT DIBENARKAN PADA SITUASI-KONDISI LOKAL TERTENTU (LOCALITY RULE, LIMITED RESOURCES)TUNTUTAN DAPAT BERUPA KELALAIAN

  • KELALAIAN MEDIKJENIS MALPRAKTIK TERSERINGBUKAN KESENGAJAANTIDAK MELAKUKAN YG SEHARUSNYA DILAKUKAN, MELAKUKAN YG SEHARUSNYA TIDAK DILAKUKAN OLEH ORANG2 YG SEKUALIFIKASI PADA SITUASI DAN KONDISI YG IDENTIK

  • SYARAT KELALAIAN (4D)DUTY (Duty of care)KEWAJIBAN PROFESIKEWAJIBAN AKIBAT KONTRAK DG PASIENDERELICTION / BREACH OF DUTYPELANGGARAN KEWAJIBAN TSBDAMAGESCEDERA, MATI ATAU KERUGIANDIRECT CAUSALSHIPHUBUNGAN SEBAB-AKIBAT, SETIDAKNYA PROXIMATE CAUSE

  • ERRORSNEAR MISSADVERSE EVENTSACCEPTABLE RISKSVIOLATIONUNFORESEEABLE RISKSDISEASE / COMPLICATIONSetiap cedera yang lebih disebabkan oleh manajemen medis drpd akibat penyakitnyaAdalah tindakan yg dapat mencederai pasien, tetapi tidak mengakibatkan cedera karena faktor kebetulan, pencegahan atau mitigasiUNPREVENTABLE PREVENTABLE ADVERSE EVENTS

  • CEDERA DAN MATIRata-rata 8,9% pasien yg dirawat inap memperoleh cedera/mati akibat KTDDari seluruh pasien cedera akibat KTD, sebanyak 13,6% meninggal. (Ekstrapolasi: kematian mendekati 100.000 pasien/ tahun di USA)Hanya 9 dari 1000 dokter yg lalai dituntut, tetapi 13 dari 10.000 dokter yg tidak lalai juga dituntutHanya 20% kasus tuntutan kelalaian dapat dibuktikan oleh penuntut

  • ACCEPTABLE RISKSUNFORESEEABLE RISKSACTIVE ERRORS(Error of planning & error of execution)LATENT ERRORSUNDERLYING DISEASEDUTY + BREACH OF DUTYPREVENTABLE ADVERSE EVENTSNEGLIGENT ADVERSE EVENTS+ DAMAGE+ CAUSALADVERSE EVENTS(Kejadian yg tak diharapkan)NO ERRORMALPRAKTIK vs BAD OUTCOME(KELALAIAN MEDIS)PREVENTABLE ADVERSE EVENTSPERJALANAN PENYAKIT DAN KOMPLIKASI

  • JADI, MALPRAKTIK:DINILAI BUKAN DARI HASIL PERBUATANNYA, MELAINKAN DARI PROSES PERBUATANNYA.

    Dugaan adanya malpraktik kedokteran harus ditelusuri dan dianalisis terlebih dahulu untuk dapat dipastikan ada atau tidaknya malpraktik, kecuali apabila faktanya sudah membuktikan bahwa telah terdapat kelalaian yaitu pada res ipsa loquitur (the thing speaks for itself)

  • PEMBUKTIAN MALPRAKTIK MEDISHARUS MENGGUNAKAN ALAT BUKTI YG SAH

  • PEMBUKTIAN PERILAKU SALAHMEMBUKTIKAN PERILAKU SALAH YG MELANGGAR HUKUMPIDANA ATAUPUN PERDATAMIS. MEMBOHONG, MENGGELAPKAN, KETERANGAN PALSU, PELECEHAN, DOUBLE BILLING, PENCEMARAN NAMA BAIK, DLLTIDAK SELALU MUDAH, TERUTAMA APABILA DI BIDANG KLINIS

  • PEMBUKTIAN P.M.H.CUKUP MEMBUKTIKAN ADANYA P.M.H., TANPA HARUS ADA MEMBUKTIKAN KE-4 UNSUR KELALAIAN (KERUGIAN DLL)MELAKUKAN TINDAKAN TANPA INFORMED CONSENTSALAH ORANG / SALAH KANAN-KIRI / SALAH ORGANPRODUCT LIABILITY

  • PEMBUKTIAN PELANGGARAN JANJIBUKTIKAN BAHWA BENAR TELAH TERJADI PERJANJIAN YANG DILANGGAR ATAU TIDAK TERPENUHIDAPAT BERUPA JANJI UPAYA TERTENTU ATAUPUN JANJI HASILPERJANJIAN MUDAH DIBUKTIKAN APABILA TERTULISIKLAN BUKAN TERMASUK PERJANJIAN, TETAPI BILA TELAH MENGAKIBATKAN KEPUTUSAN YG SALAH DAPAT DITUNTUTKAN

  • PEMBUKTIAN KELALAIANUMUMNYA SUKARBUKTIKAN ADANYA KE-4 CIRI KELALAIAN (Duty, Dereliction of duty, Damages, Direct causation)BUKTIKAN ADANYA RES IPSA LOQUITUR : FAKTA SUDAH MEMBUKTIKAN ADANYA KELALAIANMISALNYA : TERTINGGALNYA GUNTING ATAU KASA DI DALAM LUKA OPERASI

  • CARA PEMBUKTIANMEMBANDINGKAN ANTARA APA YG DIKERJAKAN (DAS SEIN) DENGAN APA YG SEHARUSNYA DIKERJAKAN (DAS SOLLEN).MEMBANDINGKAN ANTARA REKAM MEDIS, DOKUMEN/CATATAN, KESAKSIAN, PETUNJUK (BARANG BUKTI) DENGAN STANDAR / KESAKSIAN AHLI / PEDOMAN

  • ADANYA KEWAJIBANADANYA KEWAJIBAN PROFESIKODE ETIK, DISIPLIN PROFESI, BYLAWS DAN ATURAN SARYANKES LAINADANYA KEWAJIBAN HUKUMADMINISTRATIF, PIDANA DAN PERDATAADANYA KEWAJIBAN AKIBAT PERJANJIAN / KONTRAK TERAPEUTIKISU: KAPAN MULAI TERJADINYA?Pada umumnya dokter sulit membela diri dengan cara memungkiri adanya kewajiban

  • ADANYA PELANGGARAN KEWAJIBANMEMBUKTIKAN ADANYA PELANGGARAN ATAS KEWAJIBAN-KEWAJIBAN TSBISU:SERING TERDAPAT LEBIH DARI SATU KEWAJIBAN YG DAPAT BERTENTANGANSERING TERDAPAT LEBIH DARI SATU STANDAR / PEDOMAN, ATAU COMMON PRACTICESERING TERDAPAT SITUASI YG AKIBATKAN PELANGGARAN YG TERPAKSA DAPAT DIBENARKANDAPAT DIMAAFKAN

  • ADANYA CEDERA / KERUGIANSERINGKALI SULIT MEMBUKTIKAN ADANYA HUBUNGAN SEBAB-AKIBAT ANTARA PELANGGARAN KEWAJIBAN DENGAN KERUGIAN / CEDERA / MATI.TIDAK DILAKUKAN AUTOPSI ATAU PEMERIKSAAN KHUSUS UNTUK ITUKAUSA UMUMNYA MULTI-FAKTORIALADA PEMBELAAN: REMOTENESS OF DAMAGES

  • KERUGIANKerugian immateriel (general damages, non pecuniary losses)Sakit dan penderitaanKehilangan kesenangan/kenikmatan (amenities)Kecederaan fisik dan / atau psikiatris Kerugian materiel (special damages, pecuniary losses) :Kerugian akibat kehilangan kesempatanKerugian nyata :Biaya yang telah dikeluarkan hingga saat penggugatanBiaya yang akan dikeluarkan sesudah saat penggugatan

  • ADANYA HUBUNGAN KAUSALTIDAK BISA MENGGUNAKAN STRICT LIABILITY KARENA BUKAN PRODUKBUT FOR TESTBISA GUNAKAN TEORI RELEVAN UNTUK MENEMUKAN KAUSA YG PROXIMATE (tidak perlu sebab pasti)DIRECTNESS VS REMOTENESSFORESEEABLE VS UNFORESEEABLEIt is an accepted principle that in most medical negligence cases, proof of causation requires the testimony of an expert witness because the nature of the inquiry is such that jurors are not competent to draw their own conclusions from the evidence without the aid of such expert testimony

  • FORESEEABILITYMenguji apakah kejadian tersebut sebagai akibat dari risiko yang foreseeable (dapat dibayangkan sebelumnya) atau tidak.BERDASARKAN CARA KEJADIANNYAVarian dari risiko yg foreseeable dianggap foreseeableBERDASARKAN JENIS CEDERARemote apabila bukan dari jenis yg sama dengan yg foreseeableBERDASARKAN LUAS / KEPARAHAN CEDERAEggshell skull rule

  • WMA:An injury occurring in the course of medical treatment which could not be foreseen and was not the result of the lack of skill or knowledge on the part of the treating physician is untoward result, for which the physician should not bear any liability

  • KELALAIAN MEDIS = PIDANA ?Pasal 359-360 KUHP HANYA YG CULPA LATA:KELALAIAN:Harus ada KEWAJIBAN YG DILANGGARHarus ada DAMAGE (cedera / kerugian) yang DISEBABKAN oleh pelanggaran tsbDAMAGE tersebut FORESEEABLEAKIBAT KETIDAKHATIHATIAN YG NYATA (Tidak terdapat faktor pemaaf atau faktor pembenar)VAN HAMELDi banyak negara terdapat kewajiban direview Medical Panel dulu

  • AJR 2002; 179: 331-335Responsible physician have nothing to fear from the criminal law for a physician will not be held criminally liable for the death of a patient if that death is the result of a good-faith error of judgment or an inadvertent mistake (adverse events = KTD)When physicians intentionally or recklessly disregard their patients safety, they properly face criminal prosecutionEisenberg RL, Berlin L, 2002

  • PEMBELAAN BUKTIKAN SALAH SATU UNSUR KELALAIAN TIDAK ADACARI PEMBENAR:MEDICAL RISKS:ACCEPTABILITY, UNFORESEEABILITY, ADVERSE EVENTSPERJALANAN PENYAKIT / KOMPLIKASICARI PEMAAF:TEKANAN SITUASI-KONDISILIMITED RESOURCESKONTRIBUSI PASIEN

Popular Tags: