Home >Documents >KTI Abortus Royani Chairiyah

KTI Abortus Royani Chairiyah

Date post:08-Jul-2018
Category:
View:213 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • 8/19/2019 KTI Abortus Royani Chairiyah

    1/15

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBUHAMIL DENGAN ABORTUS INKOMPLIT DI RSUD

    KOTA BEKASI TAHUN 2010

    Royani Chairiyah

    ABSTRAKAbortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum

    janin dapat hidup di luar kandungan dan sebagai batasan digunakankehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram,Angka kejadian abortus inkomplit di RSUD Kota Bekasi Tahun 2008serjumlah 251 (37,84%) dan Tahun 2009 sejumlah 195 orang (23,9%).Berdasarkan uraian tersebut penulis tertarik untuk melakukan penelitiandi RSUD Kota Bekasi. Metode penulisan yang digunakan adalah deskriptif,dengan menggunakan data skunder yang berasal dari form status rekammedik. Variabel dependant dalam penelitian ini adalah Distribusifrekuensi ibu dengan abort us inkomplit berdasarkan perdarahansebanyak 31 orang (54,4%), Distribusi frekuensi ibu hamil dengan abortusinkomplit berdasarkan blighted ovum sebagian besar tidak mengalamibligted ovum sebanyak 50 orang (87,7%), Distribusi frekuensi ibu hamildengan abortus inkomplit berdasarkan umur ibu yang paling terbanyakpada kelompok usia 20-35 tahun yaitu 38 orang (66,6%), Distribusifrekuensi ibu hamil dengan abortus inkomplit berdasarkan riwayatabortus sebagian besar tidak memiliki riwayat abortus sebanyak 48 orang(84,2%), Distribusi frekuensi ibu hamil dengan abortus inkomplitberdasarkan riwayat penyakit sebagian besar tidak memilki riwayatpenyakit sejumlah 51 orang (89,1%), Distribusi frekuensi ibu hamil denganabortus inkomplit sebagian besar mengalami anemia ringan sebanyak 45orang (78,9%) dan sebagian mengalami anemia sedang sebanyak 8 orang(14%), Distribusi frekuensi ibu hamil dengan abortus inkomplitberdasarkan infeksi yang LED normal sebayak 20 orang (76,9%). Kepadatenaga kesehatan diharapkan untuk meningkatkan pelayanan khususnyakepada ibu hamil untuk benar-benar diperiksa secara telit, Pada

    trimester pertama untuk mempersiapkan kehamilannya dan untukmengurangi angka kejadian kuretase dengan abortus.

    Kata kunci : Kehamilan, Abortus inkomplit

  • 8/19/2019 KTI Abortus Royani Chairiyah

    2/15

    A. PENDAHULUAN1. Latar Belakang

    Masalah kesehatan merupakan masalah penting yang tengahdihadapi oleh mosyarakat scat ini, apalagi yang tengah menimpa kaum

    wanita. Kesehatan reproduksi wanita adalah hal yang sangat perludiperhatikan menimbang bahwa wanita adalah makhluk yang unik. Disiniwanita ini, dalam siklus hidupnyo mengalami tahap-tahap kehidupan,diantaranya dapat hamil dan melahirkan (Winkjosastro, 2008).

    Berjuta-juta wanito setiap tahunnya mengalami kehamilan yangtidak diinginkan. Beberapa kehamilan berakhir dengan kelahiran tetapibeberapa diantaranya diakhiri dengan abortus. Abortus adalah ancamanatou pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luarkandungan dan sebugai batasan digunakan kehamilan kurang dari 20minggu atau berat janin kurang dari 500 gram, sedangkan menurut WHObatasan usia kehamilan adalah sebelum 22 minggu (Wiknjosastro, 2008).

    Abortus merupakan salah satu masalah kesehatan. “Unsafeabortion” menimbulkan angka kesakitan dan kematian yang tinggi.Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) diperkirakan 4,2 juta abortusdilakukan setiap tahun di Asia Tenggara, dengan perincian 1,3 jutadilakukan di Vietnam dan Singapura, antara 750.000 sampai 1,5 juta diIndanesia, antara 155.000 sampai 750.000 di Filipino, antara 300.000sampai 900.000 di Thailand (Azhari, 2002).

    Abortus didefenisikan sebagai keluarnya janin belum mencapaiviabilitas (yang mampu hidup diluar kandungan). Dan masa gestasimencapai 22 minggu atau lebih, berat janin 500 gr atau lebih. Abortuslebih sering terjadi pada wanita berusia 30 tahun dan meningkatnyaangka graviditas 6% kehamilan pertama atau kedua berakhir denganabortus, angka ini meningkat menjadi 16% pada kehamilan ke-3 danseterusnya (Hipokrates, 2002).

    Angka kejadian sukar ditentukan karena abortus provokatusbanyak yang tidak dilaporkan, kecuali bila sudah terjadi Komplikasi.Abortus spontan dan tidak jelas umur kehamilannya, hanya sedikitmemberikan gejala atau tanda sehingga biasanya ibu tidak melapor atau

    berobat. Sementara itu, dari kejadian yang diketahui, 15%-20%merupakan abortus spontan atau kehamilan ektopik. Sekitar 5% daripasangan yang mencoba hamil akan mengalami 2 keguguran yangberurutan, dan sekitar 1% dari pasangan mengalami 3 atau lebihkeguguran yang berurutan (Wiknjosastro,2008).

    Tanda gejala abortus inkomplit adalah Perdarahan biasanya masihterjadi jumlahnya pun bisa banyak atau sedikit bergantung pada jaringan

  • 8/19/2019 KTI Abortus Royani Chairiyah

    3/15

    yang tersisa, yang menyebabkan sebagian pasien dapat jatuh dalamkeadaan anemia atau syok hemoragik sebelum sisa jaringan konsepsidikeluarkan. Pengelolaan pasien harus diawali dengan perhatian terhadapkeadaan umum dan mengatasi gangguan hemodinamik yang terjadi untuk

    kemudian. Disiapkan tindakan kuretase. Pemeriksaan USG (Ultra SonuGrafi) hanya dilakukan bila kita ragu dengan diagnosis secara klinis. Masihterbuka sehingga perdarahan berjalan terus. Pasien dapat Resiko abortusInkomplit kelihatan semakin meningkat dengan bertambahnya paritasdisamping semakin lanjutnya usia ibu. Maka dari itu perlu penanganan,perhatian yang kuat dan akurat, sehingga bisa ditangani dengan cepat.

    Abortus dapat menyebabkan komplikasi yang mengarah padakematian ibu. Akibat terjadinya perdarahan, maka terjadilah syok.Abortus merupakan satu hal yang harus diperhatikan pada ibu hamil,karena abortus mengalami syok dan kepedihan yang mendalam terutamapada psikis ibu dan keluarga. Abortus tetap tidak dapat dikenali, hal inibahwa sebagian besar terjadi sangat dini. Penyebab terjadinya abortusbisa juga terjadi karena factor pertumbuhan hasil konsepsi, kelainanplacenta, anemia, hypertensi, penyakit ginjal dan diabetes melitus. Makadari itu perlu penanganan, perhatian yang kuat dan akurat, sehingga bisaditangani dengan cepat.

    Angka kejadian abortus inkompletus di Rumah Sakit Umum DaerahKota Bekasi masih tingai yaitu pada tahun 2008 berjumlah 251 orang(37,84%), tahun 2009 berjumlah 195 orang (23,9%) Dan pada tahun 2010berjumlah 131 orang (87,5%) dan belum pernah dilakukan penelitiansebelumnya.2. Tujuan Penelitian

    Tujuan Umum. Untuk mengetahui distribusi frekuensi faktor ibuhamil dengan abortus inkompletus di R5UD Kota Bekasi Jawa Barat Tahun2010. Sementara Tujuan Khusus penelitian ini adalah untuk mengetahui :

    a. Proporsi kejadian abortus inkomplit berdasarkan perdarahan diRSUD Kota Bekasi Tahun 2010.

    b. Distribusi frekuensi faktor-faktor yang mempengaruhi ibu hamildengan abortus inkomplit berdasarkan blighted ovum, umur,

    riwayat abortus, dan riwayat penyakit di RSUD Kota Bekasi Tahun2010.c. Distribusi frekuensi faktor-faktor yang mempengaruhi ibu hamil

    dengan abortus inkompletus berdasarkan anemia dan infeksi diRSUD Kota Bekasi Tahun 2010.

    3. Ruang Lingkup Penelitian

  • 8/19/2019 KTI Abortus Royani Chairiyah

    4/15

    Penelitian ini begambaran atau deskripvariabel dependenyaadalah faktor internal

    Riwayat penyakit, riwRSUD Kota bekasi Tahrekam medik, populasimengalami abortus ipengambilan sampel pen

    B. KERANGKA KONSE1. Kerangka Konsep

    Berdasarkan kekerangka konsep dimainkomplit dan variabelIbu umur ibu, riwayatsecara sistematis seba

    Faktor-faktor yangVariabel Indepen

    Sumber : Prawirohor2. Befinisi Operasiona

    T

    No Variabel1. Abortus

    InkomplitAbortus inkpengeluaranKonsepsi po20 minggu dtertinggal di(Prawirohard

    rsifat deskriptif dengan tujuan untuki tentang suatu keadaan secara objektibortus inkomplit dan variabel indepe

    : Blighted ovum, Faktor eksternal :

    yat abortus, Infeksi anemia yang dialan 2010. Sumber data di peroleh dari fo

    dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hnkomplit yaitu sebanyak 131 orang

    elitian ini dengan metode Random Sampli

    P DAN DEFINISI OPERASIONAL

    angka teori yang ada maka penelitia yang menjadi variabel terikat adalabebas yaitu Faktor janin: Blighted Ovu penyakit, riwayat abortus, infeksi, anai berikut :

    Bogan 2.1. Kerangka Konsepempengaruhi ibu homil dengan Abortus in

    dan Variabel Dependan

    djo, 2008 lbel 2.1. Definisi Operasional

    DefinisiCaraUkur

    AlatUkur Hasil Uku

    omplit adalahsebagian hasila kehamilan sebelumngan masih ada sisadalam uterus

    jo, 2006)

    MelihatFomStatusrekamMedik

    Checklist

    1. pendarahsedikit (5ml)2. Pendarahbanyak (>5ml)

    membuat. Dimana

    ndan nyamur ibu

    mi ibu dim status

    amil yang, teknikg.

    membuatabortus

    , Faktormia yang

    komplit

    Skalaan00

    an00

    Ordinal

  • 8/19/2019 KTI Abortus Royani Chairiyah

    5/15

    C. METODOLOGI PE1. Desain Penelitian

    Pada penelitian ipenelitian yang dilakuk

    ELITIAN

    ni penulis menggunakan metode diskripn dengan tujuan utama untuk membuat

    tif, yaitugambaran

  • 8/19/2019 KTI Abortus Royani Chairiyah

    6/15

    tentang suatu keadaan secara objektif, dengan menggunakan desaian caseseries yang bertujuan untuk mengetahui adanya gambaran antara variabeldependen dan variabel independan dalam suatu periode tertentu.(Notoatmod jo, 2002)

    2. Waktu dan Lokasi PenelitianTempat penelitian ini dilaksanakan di RSUD Kota Bekasi, dan

    penelitian ini dilaksanakon tanggal 02-16 Mei 2010.3. Populasi dan Sampel Penelitian

    Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yangmengalami abortus inkornplit di RSUD Kota Bekasi periode Tahun 2010

    yaitu sebanyak 131 orang. Pengambiian Sampel Penelitian ini denganmetode Random Sampling.4. Pengumpulan Data

    Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan fom statusrekam medik. Rekam medik ini merupakan pengembangan dori variabel-variabel yang diteliti. Dan teknik P engumpulan data yang digunakan dalampenelitian ini adalah data skunder yang diperoleh dari fom status rekammedik di RSUD Kota Bekasi periode Tahun 2010. Dengan menggunakandata Checklist.5. Pengolahan Data

    Pengoalahan data dilakukan secara manual yaitu tabulasi yangdisajikan daiam bentuk tabel dan narasi dengan langkah - langkah sebagaiberikut : Editing, Koding, Entry Data, Tabuiasi Data, Penyajian Data.6. Analisa Data

    Hasil pengolahan data yang dilakukan dengan Univariat, dilakukanuntuk mengetahui distribusi frekuensi dari masing-masing variabel yangditeliti.

    D. HASIL PENELITIANPenulis berhasil mengumpulkan data 131 orang yang mengalami

    abortus Inkompletus dan laporan penelitian ini disajikan dalam bentuktabel dan narasi yang meliputi Faktor janin: Blighted Ovum, Umur ibu,riwayat abortus, riwaya penyakit, anemia, infeksi.

    1. Abortus Inkomplit berdasarkan perdarahanTabel 4.1. Faktor-faktor yang mempengaruhi Ibu hamil dengan AbortusInkompletus di RSUD Kota Bekasi Tahun 2010

    Abortus inkomplit Frekuensi Presentase Perdarahan 5edikitPerdarahan Banyak

    2631

    45,654,4

  • 8/19/2019 KTI Abortus Royani Chairiyah

    7/15

    Jumlah 57 100 Pada tabel 4.1 terlihat bahwa ibu hamil yang mengalami abortus inkomplitterbanyak yaitu dengan perdarahan banyak se jumlah 31 orang (54,4%).2. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Blighted Ovum

    Tabel 4.2. Distribusi Frekuensi Ibu hamil dengan abortus inkomplit BerdasarkanBlighted ovum di R5UD Kota bekasi Tahun 2010

    Blighted Ovum Frekuensi Presentase%Ya

    Tidak7

    5012,387,7

    Jumlah 57 100

    Pada table 4.2 terlihat bahwa faktor-faktor yang mempengaruhiibu hamil dengan abortus inkompletus berdasarkan blighted ovum yaitu

    yang tidak mengalami blighted ovum sejumlah 50 orang (87,7%).3. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Umur Ibu

    Tabel 4.3. Distribusi Frekuensi Ibu hamil dengan abortus inkompletus Berdasarkan UmurIbu di RSUD Kota Bekasi Tahun 2010

    No Umur Ibu (Th) Frekuensi Presentase%123

    < 2020-35

    >35

    73812

    12,366,621

    Jumlah 57 100

    Pada tabel 4.3 terlihat bahwa faktor-faktor yang mempengaruhiibu hamil dengan abortus inkompletus berdasarkan Umur ibu yangterbanyak pada ibu yang bcrusia 20-35 tahun sebanyak 38 orang (66,6%).4. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Riwayat Abortus Tabel 4.4. Distribusi Frekuensi ibu hamil dengan abortus inkomplit Berdasarkan Riwayat

    Abortus di RSUD Kota Bekasi Tahun 2010 Riwayat Abortus Frekuensi Presentase %

    Tidak pernah Abortus1 kali Abortus2 kali Abortus>3 kali Abortus

    48522

    84,28,83,63,6

    Jumlah 57 100

    Pada tabel 4.4 terlihat bahwa ibu hamil yang mengalami abortusinkomplit berdasarkan riwayat abortus yang tidak mengalami riwayatabortus sebanyak 48 orang (84,2 %).

  • 8/19/2019 KTI Abortus Royani Chairiyah

    8/15

  • 8/19/2019 KTI Abortus Royani Chairiyah

    9/15

    5. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Riwayat PenyakitTabel 4.5. Distribusi Frekuensi ibu hamil dengan abortus inkomplit Berdasarkan Riwayat

    Penyakit di RSUD Kota Bekasi Tahun 2010

    No Riwayat Penyakit Frekuensi Presentase

    12

    YaTidak

    651

    10,689,1

    Jumlah 57 100

    Pada table 4.5 terlihat bahwa ibu hamil yang tidak mengalamiabortus inkomplit berdasarkan riwayat penyakit sebanyak 51 orang(89,1%).6. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Anemia

    Tabel 4.6. Distribusi Frekuensi ibu hamil dengan abortus inkomplit Berdasarkan Anemia diRSUD Kota Bekasi Tahun 2010

    Anemia Frekuensi PresentaseNormal 11gr%

    Ringan 9-109r%Sedang 7-8gr %

    Berat 7gr %

    44580

    778,9140

    Jumlah 57 100

    Pada table 4.6 terlihat bahwa ibu hamil yang mengalami abortus

    inkomplit berdasarkan anemia yang mengalami anemia ringar, sebanyak 45orang ( 78,9%).7. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Infeksi

    Tabel 4.7. Distribusi Frekuensi ibu hamil dengan abortus inkompletus Berdasarkan infeksidi RSUD Kota Bekasi Tahun 2010

    Infeksi Normal TidakF % F %

    LEDLeukosit

    2016

    76,951,6

    615

    23,148,4

    2631

    Jumlah 57

    Pada table 4.7. terlihat bahwa ibu hamil yang mengalami abortusinkomplit berdasarkan infeksi dengan pemeriksaan LED 76,9 % hasilnyanormal sedangkan ibu hamil yang mengalami abortus inkomplitberdasarkan infeksi dengan pemeriksaan Leukosit 51,6 % hasilnya normal.

  • 8/19/2019 KTI Abortus Royani Chairiyah

    10/15

    E. PEMBAHASAN1. Keterbatasan Penelitian

    Pada penelitian ini penelitian menggunakan metode deskriptif yanghanya menggambarkan ibu hamil dengan abortus inkomplit di RSUD Kota

    Bekasi Tahun 2010 dengan menggunakan analisa univariat sehingga hanyamelihat distribusi frekuensi dari variobel yang diteliti. Dalam penelitianini hanya menggunakan data sekunder dan variabelnya pun menyesuaikandengan data yang ada di form status rekam medik, Dan seperti yang adadi kerangka teori terdapat variabel yang diteliti yaitu volume darah,umur, Blighted ovum, riwayat abortus, riwayat penyakit,anemia infeksi.2. Faktor-faktor yang mempengaruhi abortus inkomplit a. Abortus inkomplit berdasarkan perdarahan

    Menurut (Winkjosastro, 2008) bahwa Abortus inkomplit sebagionbesar mengalami perdarahan memanjang sampai terjadi keadaan anemis,perdarahan mendadak banyak menimbulkan keadaan gawat, terjadi infeksidengan ditandai suhu tinggi, pada pemeriksaan dijumpai kanalis servikalisterbuka, dapat diraba jaringan dalam rahim atau kanalis servikalis.

    Dalam teori telah dijelaskan bahwa abortus inkomplit sebagianbesar mengalami perdarahan memanjang dan dapat dipengaruhi olehbeberapa faktor. Menurut hasil penelition di dapat, Ibu hamil denganAbortus Inkomplit di R5UD Kota Bekasi Tahun 2010 ternyata terdapatcukup banyak yang mengalami perdarahan banyak sejumlah 31 orang(54,4%). Hal ini disebabkan karena infeksi dengan ditandai suhu tinggi,pada pemeriksaan di jumpai kanalis servikalis terbuka, dapat diraba

    joringan dalam rahim atau kanalis servikalis. Dapat disimpulkan bahwatidak ada kesenjangan antara teori dengan hasil penelitian yang dilakukan,b. Blighted Ovum

    Menurut (Winkjisastro, 2006) bahwa Kehamilan Anembrionik(Blighted Ovum) merupakan. kehamilan patologi dimana mudigah tidakterbentuk sejak awal walaupun kantong gestasi tetap terbentuk. Disamping mudigah kantong kuning telur juga tidak ikut terbentuk. Kelainanini merupakan suatu kelainan kehamilan yang baru terdektesi setelahberkembangnya ultrasonografi. Bila tidak dilakukan tindakan, kehamilan

    ini akan berkembang terus walaupun tanpa ada janin didalamnya.Biasonyasompai sekitar 14-16 minggu akan terjadi abortus spontan.Menurut Hertig pertumbuhan abnormal dari fetus sering

    menyebobkan abortus spontan, termasuk abortus inkompletus. Menurutpenyelidikan mereka dari 1000 abortus inkomplit 48,9% disebabkankarena ovum yang patologis.

  • 8/19/2019 KTI Abortus Royani Chairiyah

    11/15

  • 8/19/2019 KTI Abortus Royani Chairiyah

    12/15

    signifikan (Sarwono,2006) dapat menyebabkan abortus spontan yangberulang antara lain: antibodi antinuklear, antikoagulan lupus dan antibodicardiolipin. yang mengakibatkan destruksi vaskuler, trombosis, abortusserta destruksi plasenta. Inkompatibilitas golongan darah A, B, 0, dengan

    reaksi antigen antibodi dapat menyebabkan abortus berulang, karenapelepasan histamin mengakibatkan vasodilatasi dan peningkatan fragilitaskapiler.

    3. Riwayat penyakitMenurut Mochtar, 1998 Penyakit infeksi dapat menyebabkan

    abortus yaitu pneumonia, tifus abdominalis, pielonefritis, malaria, danlainnya. Toksin, bakteri, virus, atau plasmodium dapat melolui plasentamasuk ke janin, sehingga menyebabkan kematian janin, kemudian terjadiabortus.

    Berdasarkan hasil penelitian didapat, ibu hamil yang mengalamiabortus inkomplit tanpa riwayat penyakit sebanyak 51 orang (89,1%). halini tidak sesuai antara teori dan hasil penelitian. Bisa disebabkan karenakurangnya sekresi hormon progesterone tersebut dari korpus luteum atauplasenta mempunyai hubungan (Wiknjosastro, 2005) dengan kenaikaninsidan abortus. Karena progesteron berfungsi mempertahankan desidua,defisiensi hormon tersebut secara teoritis akan mengganggu nutrisi padahasil konsepsi dan dengan demi kian turut berperan dalam proseskematiannya.4. Anemia

    Menurut Wiknjosastro, 2008 Anemia dapat menimbulkan kematianmud igah,abortus,partus prematurus sehingga anemia datum kehamilanmerupokan sebab potensial morbiditas dan mortalitas ibu dananak.Menurut WHO (1996) yang dikatnkan anemia dalam kehamilan ialahkondisi ibu dengan kadar hemoglobin dibawah 11 gr%. Pengaruh anemiaterhadap kehamilan dapat menyebabkon kematian hasil konsepsi yangpada akhirnya dapat menimbulkan keguguran (Manuaba, 1998).Berdasarkan hasil Penelitian yang dilakukan Fakultas Kedokteran Udayanadi Bali tahun 2008 menunjukkan 46% ibu hamil yang mengalami abortus

    dengan anemia ringan.Berdasarkan hasil penelitian didapat, ibu yang mengalami abortusinkomplit dengan anemia ringan sebanyak 45 orang ( 78,9%). hal inidisebabkan karena anemia dapat menimbulkan kematian mudigah,partusprematurus. hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh falkutaskedokteran Udayana di Bali tahun 2008. Sehingga dapat disimpulkan tidakada kesenjangan antara teori dan hasil penelitian yang telah dilakukan.

  • 8/19/2019 KTI Abortus Royani Chairiyah

    13/15

    5. InfeksiMenurut Samik Wahap, 2005 nilai normal leukosit 5000-10.000/ uL

    Bila jumlah leukosit lebih dari nilai rujukan, maka keadaan tersebutdisebut leukositosis..Peningkatan leukosit juga dapat menun jukan adanya

    proses infeksi atau radang akut, misalnya pneumonia, meningitis,apendisitis, tuberkolosis, tonsillitis. Nilai normal LED

  • 8/19/2019 KTI Abortus Royani Chairiyah

    14/15

    d. Ibu hamil dengan abortus inkompletus berdasarkan Riwayatabortus di RSUD Kota Bekasi Tahun 2010 sebagian besar tidakmengalar 67 abortus.

    e. Ibu hamil dengan abortus inkompletus berdasarkan Riwayat

    penyakit di RSUD Kota Bekasi Tahun 2010 sebagian besar tidakmengalami riwayat penyakit.

    f. Ibu hamil dengan abortus inkompletus berdasarkan anemia diRSUD.

    g. Kota Bekasi Tahun 2010 hampir seluruhnyo mengalami anemiaringan.

    h. Ibu hamil dengan abortus inkomplit berdasarkan pemeriksaan LEDdan Leukosit di R5UD Kota Bekasi Tahun 2010 sebagian besartidak mengalami infeksi.

    2. SaranAdapun saran yang dapat penulis sampaikan adalah:

    a. Pada setiap ibu hamil yang berusia 20-35 tahun agar bisa memantaukehamilan nya dengan cara melakukan ANC rutin, dan berkdlaborasidengan Dr. Spesialis kandungan untuk USG agar dapat penangananlebih lanjut yang dapat menurunkan morbiditos dan mortalitas ibudan bayi.

    b. Pada ibu hamil dengan anemia agar lebih memperhatikan giziseimbang dan istirahat yang cukup.

    c. Pada ibu hamil diharapkan untuk menjaga personal hygine terutamapaaa genetalia.

    DAFTAR PUSTAKAArikunto, S. Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek .Edisi revisi

    VI. Cet.7. Jakarta : Pineka Cipta.2006Arif, mansjoer. 2000. Kapita Selekta Kedokteran .Ed 3 Cet 1. FKUI :

    JakartaCunningham,F.Gary.2005.Obstetri Williams .EGC : JakartaEllya, 2010.Buku Saku Me todologi Penelitian .TIM : Jakarta

    Fatimah,dkk.2009. Langkah Mudah Membuat Usulan Proposal KTI danLaporan Hasil KTI.JakortoHidayat, alimul,aziz. Metode penelitian kebidanan dan teknik analisa data .

    Ed. l.jil.l. Jakarta : 5alemba medika.2007Manuaba, Ida Bogus Gde. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan

    keluarga berencana untuk pendidikan bidan.EGC : Jakarta

  • 8/19/2019 KTI Abortus Royani Chairiyah

    15/15

    Muchtar,Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri Fisiologi dan Patologi EGCJakarta

    Notoatmojo,S. Metodologi penelitian . Badan Penerbits KesehatonMasyarakatFakultas Kedokteran Universitas Indanesia,

    Jakarta.2002Notoatmod jo Soekid jo.2002. Metodologi Penelitian Kesehatan .Cetakan

    kedua.Rineko Cipta : JakartaRekam Medik R5UD Kota Bekasi. Angka kejadian Abortus Inkomplit ,Jawa

    Barat. Tahun 2010Saifudin, Abdul Bari, dkk. 2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan

    Kesehatan Maternal dan Neonatal . Yayasan Bina Pustaka SarwonoPrawirohard jo : Jakarta

    Sastrawinata,Sulaiman. 2009. Obstetri Operatif Bagian Obstetri danGinekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung

Embed Size (px)
Recommended